04:00 - Senin, 16 Juli 2018
Sabtu, 2 Agustus 2014 | 18:03

Ini Alasan Pemudik Roda Dua Asal Bali

pemudik motorProbolinggo (wartabromo) – Jalur Pantura Probolinggo pada H+5 lebaran dipadati dengan kendaraan roda dua bernopol DK (Propinsi Bali).

Ratusan pengguna kendaraan bernopol DK tersebut ingin kembali bekerja ke Pulau Bali setelah bertemu dengan para saudaranya di hari raya idul fitri 1435 Hijriyah ini.

Pantuan di lapangan, berbagai jenis kendaraan roda dua yang bernopol DK tersebut ada yang berjalan beriringan menuju ke arah timur. Bahkan, muatannya tersebut cukup membahayakan. Mereka membawa barang-barang yang hanya diikat dengan tali karet dan di letakan di belakang motor yang sudah tersusun rapi. Disamping membawa barang-barang yang terbungkus dengan rangsel, para pemudik arus balik itu juga berboncengan.

“Kami (rombongan) dari Nganjuk mas, lebaran kan sudah selesai, harus bekerja lagi,”jelas Samsul Arifin seorang pengendara roda dua yang saat beristirahat di Pos Pelayanan Polisi di Pantai Bentar Kecamatan Gending Kabupaten Probolinggo, Sabtu (2/8/2014).

Mengenai barang-barang yang dibawa melebihi bobot kendaraanya. Pemudik itu mengakui, untuk mengirit biaya transportasi.

“Kalau menggunakan mobilkan biayanya sangat tidak memungkinkan, saya saja di bali hanya pelayanan restoran di Pusat oleh-oleh Cahayu Bali,” jelasnya.

Untuk sampai ke tempat tujuan kerjanya tersebut, Samsul berhati-hati saat mengendarai motornya. “Ha ha ha, ya tentu berhati-hati saya mas, meskipun saya membawa barang-barang dari rumah (Nganjuk),”ujarnya.

Saat itu, Samsul dengan rombongannya menikmati Pos Pelayanan yang sudah di sediakan oleh Satlantas Polres Probolinggo di Pantai Bentar.

“Ini, lagi istirahat untuk melepas lelah. Kalau berhenti di lokasi (Pos Pelayanan) ini, lebih aman dari pada istirahat di tempat lain,”seru Samsul.

Kasat Lantas Polres Probolinggo AKP Ridho Triputranto mengatakan,  Pos Pelayanan di Pantai Bentar dangat diminati oleh para pemudik untuk melepas lelah saat perjalanan.

“Banyak pemudik yang memanfaatkan Tim Medis dan Bengkel Gratis serta Pijet Refleksi,”ujar Ridho.

Dari data yang masuk di Pos Pelayanan tersebut, sudah ada 700 lebih pengunjung yang memanfaatkannya selama Pos Pelayanan ini didirikan.

“Hampir menyentuh angka 1000 orang yang mengunjungi pos pelayanan ini,”katanya. (rhd/yog)

Wapres Boediono Ternyata Tak Bisa Lihat Bromo dari Penanjakan

Ramaikan Tradisi Kupatan dengan Ski Lumpur