Mengenal Komarudin, Paramedis Puskeswan Asal Kejayan

0
5

pasar hewanKejayan (wartabromo) – Komarudin (44) tampak tersenyum gembira, Petugas Paramedis Puskeswan Kecamatan Kejayan tersebut baru saja dianugerahi gelar oleh Gubernur Jawa Timur, Soekarwo sebagai nominator juara Lomba Paramedik Kesehatan Hewan Berprestasi Tingkat Nasional, bersaing dengan 4 nama lain asal Sumatera Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan dan Jambi.

Sejak 2008 lalu, Komarudin ditempatkan di Kecamatan Kejayan sebagai Petugas Paramedis Veteriner Kecamatan Kejayan dan 4 kecamatan lain yakni Kecamatan Pasrepan, Puspo, Gondangwetan, serta Winongan yang berada satu lingkup dengan Puskeswan Pasrepan.

Kejayan sendiri memiliki potensi ternak yang luar biasa, karena 90 persen masyarakatnya memusatkan usahanya di bidang sapi potong dan holtikulura. Di samping itu, faktor alam yang sangat memadai, menjadikan iklim Kecamatan Kejayan, sangat ideal untuk pengembangan hewan ternak, seperti sapi, kambing, kelinci dan unggas.

Dalam menjalankan amanah sebagai Petugas Paramedis Veteriner atau yang dalam istilah Bahasa Indonesia bisa dikatakan “Mantri Hewan”itu, Komarudin melaksanakan tugas sebagai Perpanjangan Tangan Dinas Peternakan Kabupaten Pasuruan, di antaranya melakukan kegiatan pencegahan, pemberantasan dan pengendalian penyakit ternak yang meliputi pemantauan hewan, pencegahan penyakit menular dengan vaksinasi, pengambilan dan pengiriman specimen ke laboratorium rujukan, dan pelayanan kesehatan hewan.

Bukan hanya itu saja, tugas sebagai Paramedis Veteriner ternyata luar biasa banyak, dan itu dijalani Komarudin dengan semangat, seperti pengawasan lalu lintas ternak di sekitar kejayan, dan membantu pengawasan perdagangan ternak di wilayah kerja puskeswan Pasrepan, penyuluhan langsung kepada ternak dan kelompok ternak, pelayanan IB (Inseminasi Buatan), koordinasi dengan kecamatan, penyuluh pertanian, tokoh masyarakat, serta melakukan pelaporan pelaksanaan secara periodik kepada Puskeswan Pasrepan dan Dinas Peternakan Kabupaten Pasuruan.

“Pemerintah Daerah harus mengapresiasi apa yang dilakukan oleh seorang paramedik, khususnya berkaitan dengan anggaran APBD I dan II, sehingga operasional mereka juga terus berjalan baik,” ujar Tim Dirjen Peternakan Departemen Peternakan Republik Indonesia, Drh. Anna Sulistri.

Langkah suksesnya dimulai dari penilaian Anna dan 2 juri lainnya melakukan kunjungan di 2 tempat yakni di Puskeswan Pasrepan, serta Kelompok Peternak “Rojo Koyo” di Desa Oro-Oro Pule, Kecamatan Kejayan. Menurut Anna, ada beberapa kriteria penilaian yang harus dimiliki oleh nominator, di antaranya peralatan yang dimiliki selama kegiatan paramedic, fasilitas anggaran yang memback up, manajemen layanan kesehatan hewan, variasi pelayanan kesehatan, unggulan pelayanan, hingga dokumentasi seluruh kegiatan seorang paramedik. (eml/yog)