16:33 - Selasa, 17 Juli 2018
Kamis, 21 Agustus 2014 | 12:52

Pelantikan DPRD Diwarnai Unjuk Rasa Wartawan dan Mahasiswa

wartawan pasuruanBangil (wartabromo) – Sidang Paripurna Istimewa Pelantikan DPRD Kabupaten Pasuruan yang digelar di Kantor DPRD Raci Bangil, Kamis (21/8/2014) siang diwarnai aksi unjuk rasa oleh puluhan mahasiswa dan wartawan di Kabupaten Pasuruan.

Aksi unjuk rasa tersebut diawali dengan aksi puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam (PMII) Pasuruan di depan pintu masuk gedung DPRD setempat.

Para Mahasiswa menuntut agar anggota DPRD yang dilantik tidak ingkar janji serta memenuhi janji-janjinya selama kampanye.

“Mau dibawa kemana Pasuruan. Jangan Ingkar Janji,” ujar Zainudin, korlap aksi.

Dalam aksi unjuk rasa ini, mahasiswa sempat terlibat aksi saling dorong lantaran ngotot ingin masuk ke lokasi DPRD yang dijaga ketat oleh petugas kepolisian Polres Pasuruan.

Ketatnya penjagaan ini pun sempat membuat puluhan wartawan emosi lantaran tak bisa dengan leluasa masuk ke lantai 2 Gedung DPRD Kabupaten Pasuruan tempat berlangsungnya acara.

“Kita ini sudah diberi ID card tapi kok diperlakukan seperti ini,” ujar Abdus syukur, salah seorang wartawan Media Cetak Nasional emosi.

Pewarta ini menganggap, ketatnya penjagaan petugas dan sikap over protektif pihak Dinaskominfo membuat mereka merasa terabaikan dan kesulitan untuk melakukan tugas peliputan padahal sebelumnya telah dibagikan ID Card khusus bagi wartawan.

“Bakar saja ID Cardnya,” celetuk salah seorang pewarta lain.

Kontan, puluhan wartawan pun membakar ID card khusus yang telah dibuat oleh Dinaskominfo tersebut secara beramai – ramai.

“Mohon maaf, di lantai atas sudah penuh jadi sesuai kesepakatan Kominfo, Bakesbang dan sekretariat. Temen-teman mohon bersabar,” ujar Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Pasuruan, Sunyono.

Selang beberapa saat kemudian, emosi para pewarta tersebut mereda. Beberapa diantaranya meninggalkan lokasi DPRD Kabupaten Pasuruan meski prosesi pelantikan belum selesai. (yog/yog)

Filed in

Berebut Lapangan Desa, Puluhan Warga Kropak Unjuk Rasa

Halangi Kebebasan Pers, Sekwan DPRD Pasuruan Dipolisikan