15:11 - Jumat, 24 November 7223
Rabu, 17 September 2014 | 15:24

Wow! 37.530 Warga Kabupaten Pasuruan Masih Buta Huruf

Pasuruan (wartabromo) – Kabupaten Pasuruan akan merayakan ulang tahunnya yang ke 1085. Di usia yang sudah panjang tersebut, seharusnya permasalahan-permasalahan mendasar seperti buta huruf sudah terselesaikan. Namun, siapa mengira di kabupaten yang di atasnya berdiri ribuan perusahaan ini, masih ada puluhan ribuan warga buta huruf.

Saat ini masih terdapat sebanyak 37.531 warga Kabupaten Pasuruan masih buta huruf. Mereka tersebar beberapa kecamatan diantaranya Rembang, Grati, Nguling, Lekok, Pasrepan dan Lumbang, dan sejumlah kecamatan lain.

Kondisi itu membuat pemerintah gerah dan mencanangkan Program Pencanangan Percepatan Pemberantasan Buta Aksara 2014 pun dicanangkan untuk memberantas buta huruf.

“Untuk memberantas buta huruf, hari ini saya canangkan program pemberantasan buta aksara. Dengan program ini saya harapkan setiap tahun warga buta huruf dapat berkurang,” kata Bupati Pasuruan, HM Irsyad Yusuf, di Pendopo Nyaweji Ngesti Wenganing Gusti Rabu (17/9/2014).

Hal itu disampaikan Irsyad di hadapan sejumlah pejabat terkait. Mereka yang hadir dalam pencanangan tersebut yakni Wakil Bupati Pasuruan, Riang Kulup Prayudha, Sekda Kabupaten Pasuruan, Agus Sutiadji, Ketua Dewan Pendidikan, KH Mujtaba Abdussomad, Syaiful Rachman, Kepala BPS (Biro Pusat Statistik) Kabupaten Pasuruan, serta Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan, Iswahyudi.

“Pemkab Pasuruan akan menggelontorkan anggaran sebesar Rp 3,6 miliar untuk pengentasan buta aksara sebanyak 16.000 jiwa. Untuk 21.531 warga buta huruf lannya dengan anggaran tahun 2015 mendatang. Setiap tahun, Pemkab akan memberikan anggaran khusus untuk perang melawan buta aksara,” imbuh Irsyad.

Irsyad berharap dukungan anggaran tersebut dibarengi dukungan dan komitmen tinggi dari semua yang terlibat dalam pengentasan buta aksara. Semua eleman diharapkan benar-benar membulatkan tekad untuk memberantas buta aksara.

Penduduk buta huruf didominasi berusia 59 tahun ke atas. Mereka bukan berarti tidak bisa membaca karena ada beberapa yang ternyata pandai membaca huruf arab, namun tidak bisa membaca huruf alfabet. BPS (Badan Pusat Statistik) tetap menggolongkannya sebagai buta aksara, karena ketentuannya harus bisa membaca bahasa indonesia (huruf alfabet). (mil/fyd)

 

Komentar Anda

Komentar

Bentuk Pansus, DPRD Kota Pasuruan Mulai Ada Pekerjaan

Sembilan Desa Krisis Air Bersih