‘Pemda Pasuruan Miskin Ide Meski Punya Pak Sakera’

0
75

Bangil (wartabromo) – Pak Sakera merupakan salah satu tokoh sejarah dan pejuang lokal asal Madura yang membela kaum pribumi terutama buruh dari penindasan kaum penjajah di wilayah Pasuruan.

Kesaktian Pak Sakera tak tertandingi, berkali-kali tentara Belanda dibuat kuwalahan lantaran kelincahannya dalam mencari tempat persembunyian. Salah satu petilasan atau tempat persembunyian Sakera yang masih ada hingga kini yaitu Batu Sakera yang ada di Desa Sadan, Kecamatan Sukorejo (berbatasan dengan Desa Rebono, Wonorejo).

Di lokasi itu, terdapat dua batu besar yang dijadikan tempat persembunyiannya selama menjadi buronan kompeni Belanda.

Sayang, tak ada upaya dan inisiatif dari Pemerintah daerah terutama Dinas Pariwisata setempat untuk menjadikan petilasan itu sebagai objek wisata sejarah tokoh legendaris Pak Sakera. Padahal faktanya, tokoh asal Madura ini namanya dikenal seantero Indonesia Raya dan tinggal di Desa Rembang, Pasuruan.

Alih-alih, justru monumen Pak Sakera yang sedang bersembunyi di Batu Sakera menjadi objek wisata Pemda Sampang di Goa Lebar, Sampang. Padahal faktanya, Batu itu sesungguhnya berada di Rembang Pasuruan sebagai tempat persembunyian Pak Sakera.

Tak hanya itu, Camat Bangil, Rachmat  Syarifuddin pun tak pernah tahu jika makam Pak Sakera berada di Dusun Bekacak Kelurahan Kolursari, Kecamatan Bangil.

“Lho iya ta, saya gak tahu,” ujarnya.

Salah seorang warga Dusun Bekacak, Madrawi mengatakan, selama ini pembangunan makam Sakera dilakukan oleh orang dari luar Pasuruan, seperti Malang, Surabaya dan Jakarta.

“Yang semen lantai ini, orang dari Malang. Katanya, ia sengaja melakukannya karena punya kumpulan namanya Sakera,” ujar Madrawi.

Rohani Siswanto, Anggota DPRD Kabupaten Pasuruan mengatakan, selama ini banyak jejak peninggalan para pejuang lokal di Kabupaten Pasuruan yang terlupakan sehingga perlu perhatian khusus untuk dijaga dan dilestarikan sebagai cagar budaya dan aset wisata daerah.

“Petilasan ataupun jejak peninggalan dari tokoh – tokoh legenda seperti Pak Sakera, saya pikir sangat perlu sentuhan untuk dipelihara,” ujar Rohani Siswanto.

Ditegaskan, Sosok Pak Sakera terus menjadi inspirasi kreatif anak bangsa mulai dari pejabat, seniman, pengusaha dan profesi – profesi lainnya. Bahkan, baju dan odheng (ikat kepala) lelakon-nya yang biasa ia kenakan selama hidupnya telah menjadi baju kebanggaan masyarakat mulai dari Pulau Madura hingga seluruh keturunannya yang tersebar di Indonesia.

Kabupaten Pasuruan sebagai wilayah yang paling banyak meninggalkan petilasan dan jejak perjuangan Pak Sakera agaknya patut berbangga dan segera terbangun untuk melihatnya, mengelola, memelihara dan menjaganya sebagai cagar budaya dan potensi daerah. (yog/yog)