Cerita Bu Kades Cantik Pendiri Cafe Pocong

0
65

kades karangsentul pasuruanGondangwetan (wartabromo) – Jika anda hendak menuju Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru melalui jalur Pasuruan, Desa Karangsentul Kecamatan Gondangwetan merupakan salah satu desa yang akan anda lalui sebelum mencapai lokasi.
Desa berpenduduk sekitar 8.000 jiwa tersebut dipimpin oleh seorang Kepala Desa cantik yang dikenal sangat energik dan memiliki semangat tinggi untuk mengentaskan angka pengangguran. Dia membuka lowongan kesempatan kerja bagi warganya terutama yang masih berusia produktif.

Astri Diah Rahmawati, wanita kelahiran 18 Agustus 1985 ini resmi menjabat sebagai Kepala Desa Karangsentul paska dilantik oleh Bupati Pasuruan pada tanggal 2 Desember 2013 lalu.

Latar belakangnya sebagai HRD di salah satu perusahaan mitra HM Sampoerna di Sukorejo, Pasuruan adalah modal berharga baginya untuk mengelola desanya lebih maju dengan terobosan baru dalam pembangunan. Salah satunya yakni memperdayakan pemuda desa agar tidak menjadi pengangguran.

Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) resmi ia rintis bersama sejumlah tokoh masyarakat desa dengan memanfaatkan kemampuan sejumlah pemuda kreatif membuat kerajinan tangan berbahan dasar buah mojo. Buah yang selama ini tumbuh subur di tempat pemakaman umum (TPU) setempat dan tak pernah dimanfaatkan.

Pemuda desa mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan bakatnya mengelola buah mojo yang terbuang itu menjadi aneka kerajinan cantik dan menarik dengan beragam model dan bentuk seperti tempat tisu, celengan berbentuk tokoh kartun, tempat telur asin maupun aksesoris lainnya.

“Desa kami memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang bisa diberdayakan. BUMDES ini diharapkan bisa berkelanjutan. Jadi, meski nanti gonta-ganti Kades, tidak membuat PR baru. Bingung mencari pendapatan buat desanya,” ujar Kades Astri.

Istri Kapolsek Sukorejo, AKP Firman tersebut rela merogoh kantong pribadinya sebagai modal awal berdirinya Badan Usaha milik Desa ini setelah berkonsultasi dengan tokoh dan perangkat desa setempat. Ketua LPM, H Sugianto diangkat sebagai Direktur Utama BUMDES yang bergerak di bidang UKM Kerajinan serta warung kopi yang digandeng dengan pemanfaatan Teknologi Informasi tersebut.

“Kita beri modal sekitar 3 juta untuk Mojo Art (nama UKM Kerajinan) dan 1 juta untuk Café Pocong ( warung kopi),” ujar wanita yang sempat takut dengan ambulan dan jenazah ini.

Café Pocong adalah warung kopi yang letaknya di samping pintu masuk Balai Desa. Dinamakan Pocong lantaran buka secara khusus pada malam hari saja dan letaknya berhadapan dengan pemakaman umum setempat.

Warung ini dikelola oleh para pemuda desa dengan dilengkapi fasilitas internet wifi. Para pengunjung Café pun bisa kerasan duduk sambil menikmati seduhan kopi dan berselancar di dunia maya.

“Tapi syaratnya mereka beli kopi dulu, baru kemudian mendapatkan password free wifi,” terang perempuan lulusan Politeknik Kesehatan Surabaya ini.

Tak hanya mendirikan BUMDES sebagai usaha ekonomi kreatif bagi pemuda di desanya. Kades Astri Diah Rahmawati juga memberikan kesempatan bagi para lulusan SMA atau sederajat yang ingin bekerja sebagai buruh pabrik di sejumlah perusahaan.

Pekerjaan sebelumnya yang pernah ia tekuni serta kepercayaan dari sejumlah kolega lamanya membuatnya dipercaya untuk merekrut para lulusan SMA dari Desa Karangsentul (khusus perempuan) guna dipekerjakan sebagai karyawan perusahaan. Uniknya, para perwakilan perusahaan itu rela datang dan melakukan tes calon karyawannya secara langsung di balai desa setempat. Padahal, perusahaan- perusahaan itu sendiri lokasinya tak berada di Karangsentul melainkan di wilayah Sukorejo seperti MPS Sukorejo dan Inna Food.

“Mereka datang sendiri ke sini dan melakukan tes seleksinya,” ujar wanita yang pernah menjadi personalia di perusahaan Mitra Produksi Sigaret (MPS) sejak tahun 2008-2011.

Meski dilakukan di Balai Desa setempat, tes karyawan tetap dilakukan secara fair dan sesuai dengan ketentuan. Hasilnya, dari 19 orang pelamar, 3 orang diantaranya dinyatakan tak lolos seleksi.

Di Desa Karangsentul Kecamatan Gondangwetan, tercatat hampir separuh dari jumlah penduduknya berusia produktif. Kondisi ini menjadi semangat bagi Kepala Desa untuk bersama-sama membangun Karangsentul selangkah lebih maju.

“SDM di Desa ini mulai dari buruh tani sampai pejabat eselon. Ya gitu, orang pintar banyak tapi orang peduli yang sulit,” sindir Astri Diah Rahmawati.

Perempuan ini berkaca pada dirinya yang lebih memilih membangun desa dan menuangkan seluruh kemampuannya untuk memajukan desa Karangsentul. Usianya yang masih muda tak menjadi penghalang meski harus menghadapi masyarakat ataupun rekan kerja yang jauh lebih tua dan cukup lama tinggal dan menetap di Desa.

“Saya dulu, hampir setiap hari selalu pergi ke luar kota. Sekarang saya tahu, Desa adalah tempat terindah, tempat membesarkan anak-anak. Saya pun akan tua dan mati di sini.,” ujar Kepala Desa lulusan D3 Kesehatan Lingkungan Politeknik Kesehatan Surabaya ini.

Desa Karangsentul memiliki wilayah yang cukup luas dibanding desa lainnya di Kecamatan Gondangwetan. Sumber Daya Alam berupa air bersih cukup melimpah di 7 Dusun yakni Karanganyar Kulon, Karanganyar Tengah, Karanganyar Kidul, Keboncandi, Sentul, Terate dan Sumberrejo. Letaknya yang cukup strategis dan merupakan pintu masuk kawasan taman nasional Bromo Tengger Semeru menjadi nilai tawar tersendiri untuk dikembangkan terutama sektor ekonomi kreatif di wilayah Pasuruan Timur.

“Saya bercita-cita akan menjadikan lahan kosong di sisi balai desa ini sebagai sentra-sentra ekonomi kreatif,” pungkas wanita yang mengaku sempat tak dikenali oleh warganya lantaran usianya yang masih muda ini.| Yogie