14:00 - Senin, 16 Juli 2018
Jumat, 19 Desember 2014 | 06:18

Kasatlantas : Siapa Bilang Mobil Lamborghini Tak Dilengkapi Surat ?

lamborginiBangil (wartabromo) – Aksi anggota Satlantas Polres Pasuruan untuk menghentikan sebuah truk pengangkut mobil lamborghini aventandor warna orange saat melintas di jalan raya Okabawes, Kelurahan Dermo Kecamatan Bangil, Pasuruan patut dipertanyakan. Pasalnya, Kasatlantas Polres setempat justru menyatakan tidak ada yang salah dalam pengiriman mobil mewah tersebut.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kasatlantas Polres Pasuruan, AKP Untung Bagyo Raharjo pada wartabromo.com.

“Tidak ada yang salah kok. Semua surat-suratnya lengkap,” ujar AKP Untung, BR saat dikonfirmasi oleh wartabromo.com, Kamis (18/12/2014) malam.

Menurutnya, penghentian yang dilakukan oleh anggota Satlantas Polres Pasuruan terhadap truk ekspedisi tujuan Bali tersebut didasarkan atas rasa curiga petugas lantaran membawa mobil mewah yang terbungkus di atas truk nopol B 9038 UIA tersebut.

“Pak Suki (Iptu Sukiyanto, KBO Lantas Polres Pasuruan ) curiga, lalu diamankan. Tapi setelah dilakukan pengecekan semuanya dokumen dan surat-surat sudah lengkap. Bahkan petugas serse juga ngecek kok,” tegasnya.

Saat ditanya, terkait kemungkinan adanya kongkalikong lantaran mobil mewah bernilai milyaran rupiah tersebut dimungkinkan milik pejabat, pihaknya menampik hal tersebut. Ia menjelaskan, jika pihak Satlantas Polres Pasuruan tidak akan menyulitkan siapapun termasuk pengendara yang melintas di wilayah hukum Polres Pasuruan.

“Gak ada tuh. Kami ini tidak boleh mempersulit. Siapa bilang mobil lamborghini tak dilengkapi Surat-surat. Ada semua, ” tegasnya.

Sebelumnya, KBO Lantas Polres Pasuruan, Iptu Sukiyanto menyatakan kepada sejumlah wartawan, jika pihaknya mengamankan truk pengangkut mobil lamborgini berplat nomer DK 9 WR tujuan bali, Kamis (18/12/2014) siang dengan alasan curiga jika mobil tersebut tidak dilengkapi sejumlah dokumen surat kendaraan. Sejumlah petugas dipimpin KBO Lantas menghadang truk pengangkut di okabawes dan memaksa untuk membuka penutup mobil mewah yang sudah terpasang plat nomernya tersebut.

Lantaran tak ada bukti kuat, setelah dilakukan pemeriksaan di Mapolres Pasuruan, petugas kemudian membebaskan truk pengangkut eksepedisi tersebut untuk melanjutkan perjalananya. (yog/yog)

Marak Kekerasan Pada Anak, Pelajar dan Santri Gelar Lomba Mading 3 Dimensi

Kejaksaan Bangil Jamin Tak ‘Main Mata’ Soal Korupsi Bimtek DPRD