Baru Dibangun Akhir Desember 2014, Gedung Aula SMAN Pandaan Ambruk

0
53

Smpn-pandaan-ambrukPandaan (wartabromo) – Hujan yang terjadi sepanjang hari Selasa (7/4/2015) kemarin di hampir semua wilayah kabupaten Pasuruan ternyata juga mengakibatkan ambruknya gedung aula di SMAN I Pandaan.

Berdasarkan pantauan wartabromo di lokasi, gedung aula yang memiliki panjang 32 meter dan lebar 14 meter ini ambruk setelah diguyur hujan sejak pagi hingga sore hari.

Gedung berlantai dua yang terletak di bagian depan bangunan SMAN I Pandaan ini mengalami kerusakan hingga 85 persen. Seluruh bagian atap gedung ambrol begitu pula dengan besi penyangga turut bengkok.

Kepala sekolah SMAN I Pandaan Achmad Zaenal Pribadi, gedung tersebut baru selesai dibangun akhir Desember tahun 2014 oleh pelaksana proyek CV. Sumber rejeki.

“Akhir Desember kemarin gedung ini selesai dibangun, dan belum pernah kita gunakan, ” ungkap Zaenal.

Sebelumnya, lanjutnya, pihak sekolah sudah khawatir jika gedung yang dibangun dengan menggunakan dana APBD tahun 2014 tersebut akan ambruk.

Diakui Zaenal, banyak posisi genteng yang memang tidak tepat pemasangannya, begitu pula dengan konstruksi bangunan yang justru terlihat miring.

“Dari awal kita sudah mengkhawatirkan hasil pembangunan gedung ini, ” jelas Zaenal.

Sebelum ambruk pihaknya juga pernah menyampaikan kepada pelaksanan proyek untuk memperbaiki bagian-bagian yang rusak seperti halnya genteng.

Beruntung, ambruknya gedung yang pembangunanya menelan anggaran Rp. 500 juta tersebut tidak memakan korban jiwa karena saat ambruk sekira pukul 12.30 wib, tidak ada siswa maupun guru yang berada diruangan tersebut.

Pihak sekolah sudah melaporkan kejadian ambruknya bangunan baru tersebut kepada dinas pendidikan, begitu pula dengan pihak pelaksana proyek CV. Sumber rejeki.

Salah seorang wali murid SMAN I  Pandaan, Achfi (38), kepada wartabromo .com mengaku kawatir atas kejadian ini, karena gedung tersebut difungsikan untuk kegiatan banyak siswa.

“Bayangkan saja mas, seumpamanya gedung itu sudah digunakan dan didalamnya ada siswa atau guru, apa yang terjadi?” Keluh Aghfi. (ryn/yog)