02:51 - Selasa, 17 Juli 2018
Kamis, 16 April 2015 | 17:41

Jadi TKW, Pemilik Kartu Anggota PKB Ini Dikekang Majikan dan Tak Digaji

tkw-pasuruan

Muhaimin (50) menunjukkan Kartu Tanda Anggota Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) milik istrinya Alfiyah binti Achmad Arbai yang menjadi Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Riyadh Arab Saudi / wartabromo

Gondangwetan (wartabromo) – Achmad Muhaimin (50) warga Dusun Kalimalang Desa Kalirejo Kecamatan Gondangwetan hanya bisa menunjukkan Kartu Tanda Anggota Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) milik istrinya Alfiyah binti Achmad Arbai yang menjadi Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Riyadh Arab Saudi sejak 6 tahun silam.

Pria satu anak ini sudah ngalor-ngidul untuk mencari pertolongan dari pihak terkait agar istrinya bisa pulang ke tanah air lantaran sudah 4 tahun terakhir tak pernah berkirim uang serta sulit untuk berkomunikasi dengan pihak keluarganya sendiri hingga orang tua kandungnnya meninggal dunia setahun lalu.

“Dia sudah tak pernah kirim uang. Kami kesulitan untuk berkomunikasi. Sudah 4 tahun tidak bisa ngomong lewat telepon secara langsung,” kata Muhaimin pada wartawan.

Menurutnya, komunikasi memang masih bisa dilakukan namun hanya melalui handphone majikannya, dan hanya sebatas sepatah dua kata. Anehnya, tak jarang kerap terdengar tangisan istrinya dari ujung telepon disertai bentakan dari sang majikan saat tengah berkomunikasi.

“Kata-kata kasar nama hewan dari ujung telepon seringkali saya dengar. Saya tidak pernah ada kesempatan untuk ngobrol lama. Telepon langsung diambil,” cerita Muhaimin.

Bahkan, saat ditanya soal gajinya. Istrinya tak bisa menjawab dan justru menyerahkan transfer uangnya pada sang majikan padahal pada kenyataannya tak satu pun ada uang yang terkirim ke rekening yang sudah disampaikan oleh pihak keluarga.
Tak hanya itu, Muhaimin juga tak pernah mengetahui secara pasti dimana lokasi istrinya saat ini berada. Akan tetapi, berdasarkan informasi dari PJTKI yang memberangkatnya pada 31 maret 2010 silam yakni PT Cipta Karya Perdana yang beralamat di Jalan raya Cipinang Jakarta Utara, ia tinggal di Riyadh Arab Saudi di rumah majikannya yang bernama Ali Nasir Al Ghani.

“Saya tidak pernah dikasi tahu alamatnya dimana. Istri saya dilarang memberitahukan,” jelas pria yang akrab dipanggil Mistu di Desanya tersebut.

Kini dirinya sangat berharap ada upaya perlindungan dari Pemerintah terutama Kementerian Tenaga Kerja terhadap istrinya yang kini diduga sedang dalam tekanan dan ancaman sang majikannya. Ia ingin istrinya bisa berkumpul kembali bersama keluarganya di kampung halaman tercinta. (yog/yog)

Filed in

Pasuruan Corner Resmi Dibuka, Nasi Bromo Harus Dicoba

Umiatin Penyanyi Pandaan Bersuara Mirip Rita Sugiarto