Alasan 7 Kepala Desa di Kraton dan Pohjentrek Protes Pipa Gas

0
4

image

Kraton (wartabromo) – Sebanyak 7 orang kepala desa di Kecamatan Kraton dan Pohjentrek meminta agar pihak PT Pertagas termasuk pelaksana proyek untuk tidak melakukan kegiatan pengerjaan pengelasan pipa transmisi yang melintas di desanya sebelum dilakukan koordinasi dan pertemuan lanjutan bersama para kepala desa tersebut, Senin (4/5/2015)

Dalam aksinya, para kepala desa ini sempat mendatangi proyek pengerjaan di wilayahnya sambil membentangkan spanduk protes. Mereka adalah Kades Sungi kulon, Susukanrejo (Kecamatan Pohjentrek), Kades Ngempit, Curahdukuh, Tambaksari, Sidogiri dan Kades karanganyar (Kecamatan Kraton)

Aksi para kades ini berakhir setelah pihak pelaksana proyek bersama 7 orang kepala desa melakukan pertemuan di Balai desa Sungi Kulon Kecamatan Kraton dengan disaksikan Kapolsek Pohjentrek, AKP Sumarno.

Dalam pertemuan tersebut, sejumlah Kades mengatakan, bahwa pihak PT Pertagas hanya melakukan sekali kegiatan sosialisasi yang sifatnya pemberitahuan namun tidak pernah melakukan koordinasi lanjutan termasuk saat proses penempatan pipa dan kegiatan pengerjaan lainnya di desa yang dilaluinya.

“Satu kali pertemuan tidak dilanjutkan. Janji-janji akan ada sosialisasi selanjutnya, tapi realisasinya mana? ” kata Asrul Kepala Desa Karanganyar Kecamatan Kraton dengan nada tinggi.

Menurutnya, selama ini pihaknya kerap dianggap negatif telah menerima kompensasi oleh warganya padahal tidak sama sekali ada koordinasi dengan pihak proyek.

“Kami hanya ingin ada musyawarah termasuk soal penempatan pipa maupun kegiatan lainnya, ” kata Kades Sidogiri, Kodrat.

Menanggapi hal ini, pihak humas Konsorsium kelsri menara gading putih selaku pelaksana proyek,  Totok Yunanto mengakui kurangnya koordinasi dengan pihak desa setelah sosialisasi pertama namun pihaknya berupaya untuk segera melakukan musyawarah dengan pihak desa terutama kepala desa di 7 desa tersebut.

“Saya setuju. Kami akui belum sempat sowan dan mempresentasikan lebih detail tapi kami akan sesegera mungkin melakukannya bersama pihak pertagas. Jika tidak nyaman dengan kondisi ini, kami berhenti pak,” ujar Totok Yunanto.

Dijelaskannya, dalam waktu dekat pihaknya bersama PT Pertagas akan mengagendakan pertemuan untuk memberikan penjelasan seluas-luasnya terkait pengerjaan proyek pemasangan pipa gas Porong-PLTGU Grati.

Mendengar janji tersebut para Kepala Desa menyetujuinya dan berharap musyawarah atau pertemuan bisa segera dilakukan dalam waktu dekat. (yog/yog)