Siapkan Rp 20 M untuk Pemenuhan Air Bersih di Pasuruan Timur

0
71

sumber umbulanPasuruan (wartabromo) – Di saat musim kemarau mulai tiba, warga yang berada di Pasuruan Bagian Timur seperti di Kecamatan Lumbang, Lekok, Nguling, Winongan dan Grati, membutuhkan perhatian ekstra untuk pemenuhan kebutuhan air bersih. Padahal di wilayah itu terdapat sumber-sumber air dengan debit yang besar, seperti Umbulan, Banyubiru dan Danau Ranu Grati.

“Tidak pantas kalau kekeringan terjadi di wilayah itu. Karena banyak sumber-sumber air yang besar,” keluh Wakil Bupati Pasuruan Riang Kulup Prayuda.

Untuk mengatasi kekeringan itu, Pemkab Pasuruan berkeinginan menyelesaikannya. Bukan hanya sebatas penanganan kekeringan secara temporer, tapi juga penanganan secara permanen dengan membangunan infrastruktur pipa melalui persiapan anggaran sebesar Rp 15 hingga Rp 20 miliar.

“Direncanakan pada 2016, kekeringan secara permanen di beberapa kecamatan di bagian Timur dari Kabupaten Pasuruan sudah bebas dari kekurangan air bersih. Anggaran disiapkan antara Rp 15 miliar hingga Rp 20 miliar dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Pasuruan,” tegas Riang Kulup Prayuda.

Menurut wakil Bupati asal Grati ini, karena mendesaknya pemenuhan sarana air bersih, Pemkab Pasuruan hendaknya berani mengambil sikap secara sigap. Pemenuhan kebutuhan itu hendaknya lakukan sesegera mungkin. Bahkan tidak perlu harus menunggu bantuan dari pemerintah pusat maupun Pemerintah Propinsi Jawa Timur. Pemkab Pasuruan dengan anggaran yang tersedia dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) sebenarnya mampu memenuhinya.

“Kami yakin APBD Kabupaten Pasuruan mampu untuk membiayainya. Ditinjau dari APBD yang ada, biaya yang dibutuhkan hanya sekitar 1 persen dari seluruh total APBD Kabupaten Pasuruan,” imbuh Riang Kulup Prayuda.

Dijelaskan, upaya pemenuhan air bersih itu, air akan diambil dari Sumber Banyubiru di Kecamatan Winongan. Air yang melimpah dari Sumber Banyubiru, akan ditarik naik dengan pompa-pompa. Selanjutnya air akan disebarkan secara merata ke seluruh warga.

Selain Sumber Banyubiru, kemungkinan air suplai bisa didapatkan dari Mata Air Terjun Madakaripura yang berbatasan dengan Kabupaten Probolinggo. Karena lokasi sumber air berada 1.000 meter di atas permukaan laut, dengan gaya gravitasi air akan dibawa turun dengan mudah. Namun tetap dibutuhkan lokasi-lokasi strategis untuk menampung air, sebelum disebarkan ke warga yang membutuhkannya.

“Saat ini masih dalam tahap kajian. Semoga segera didapatkan hasil yang terbaik. Sehingga kebutuhan dasar warga dapat segera terpenuhi,” ucapnya. (hrj/yog)