15:29 - Minggu, 20 Juni 3728
Selasa, 15 September 2015 | 20:00

Embung Seluas 2,8 Hektar Segera di Bangun di Pasuruan

FOTO: Embung Krikilan di Desa Krikilan, Kecamatan Kejayan./Harjo Suwun/wartabromo.com

Pasuruan (wartabromo) – Pemerintah Kabupaten Pasuruan dan Perum Perhutani segera membangun embung seluas 2,8 hektar di Desa Sanganom, Kecamatan Nguling. Pembangunan embung tersebut menelan biaya Rp 5 miliar.

“Pembangunan embung ini sangat penting mengingat banyak manfaat yang akan diterima diantaranya sebagai suplai air pada saat kekeringan, konservasi sumber daya air, subtitusi lahan irigasi pertanian masyarakat, hingga penahan banjir pada saat musim penghujan,” kata Kuntum Suryandari, Administratur Perhutani KKPH Pasuruan, di Pendopo Kabupaten Pasuruan, Selasa (15/9/2015).

Perhutani dan Pemkab Pasuruan juga sudah menandatangani MoU (Memorandum of Understanding) Pembangunan Embung Sanganom pada Kawasan Hutan di Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Tanjunganom, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Pasuruan.

“Kami meyakini bahwa akan banyak keuntungan yang akan terjadi dengan pembangunan embung ini. Semoga dengan MoU ini, kerja sama antara Pemkab Pasuruan dan Perum Perhutani terus terjalin dengan sangat baik,” terang Kuntum.

Pembangunan embung tersebut akan dilaksanakan secara bertahap. Untuk tahun ini akan dimulai dengan pembuatan tanggul, yang pekerjaan fisiknya dilaksanakan oleh Dinas Pengairan dan Pertambangan Propinsi Jawa Timur tahun 2015 dengan anggaran sebesar Rp 5 miliar. Sementara Pemkab hanya memfasilitasi penyediaan lahan.

“Pengolahan embung nantinya dengan memakai sistem pinjam pakai. Kita sudah sepakat untuk memulai selama lima tahun pertama, dan akan berakhir pada tanggal 15 September 2020 mendatang,” imbuhnya.

Pembangunan embung di Nguling menambah jumlah embung di Kabupaten Pasuruan. Saat ini terdapat tiga embung yakni di Desa Kertosari, Kecamatan Purwosari; di Desa Krikilan, Kecamatan Kejayan, dan juga Kecamatan Rembang. (eml/fyd)

Bukan Tempat Sampah, Ini Sungai di Bawah Jembatan Tol Gempol-Pandaan

Dianggap Sakral, Puluhan Hiu Paus Kerasan di Pasuruan