03:00 - Senin, 20 November 2017
Selasa, 3 November 2015 | 09:56

Terjadi 18 Kali Gempa Vulkanik di Gunung Arjuno-Welirang Selama 2015

Soeparna, petugas jaga Pos Pengamatan Gunung Arjuno-Wlirang mengungkapkan sepanjang tahun 2015, seismograf mencatat ada 18 kali gempa mikro vulkanik A dan vulkanik B, Selasa (3/11/2015). Merurut dia gempa vulkanik A merupakan gempa di kedalaman lebih 1 KM, sementara gempa vulkanik B tergolong gempa dangkal dengan kedalaman kurang 1 KM, yang berarti status gunung masih normal. wartabromo/Sigit

Prigen (wartabromo) – Sejak terakhir meletus tahun 1952, Gunung Arjuno ‘beristirahat’ panjang. Gunung dengan ketinggian 3.339 mdpl ini tidak menunjukkan tanda-tanda akan memuntahkan isi perutnya lagi.

Soeparna, petugas jaga Pos Pengamatan Gunung Arjuno-Wlirang mengungkapkan sepanjang tahun 2015, seismograf mencatat ada 18 kali gempa mikro vulkanik A dan vulkanik B. Gempa vulkanik A merupakan gempa di kedalaman lebih 1 KM, sementara gempa vulkanik B tergolong gempa dangkal dengan kedalaman kurang 1 KM.

“Itu menunjukkan adanya aktifitas magma di gunung Arjuno-Welirang. Meski demikian masih dalam status normal. Gempa ini tidak berpengaruh pada status gunung karena levelnya rendah,” terang Soeparna, Selasa (3/11/2015).

Dikutip dari laman Wikipedia, Gunung Arjuno merupakan gunung berapi kerucut (istirahat) yang secara asministratif terletak di perbatasan kota Batu, Kabupaten Malang, Kabupaten Pasuruan, dan Kabupaten Mojokerto dan berada dibawah pengelolaan Taman Hutan Raya Raden Soerjo.

Gunung Arjuno merupakan gunung tertinggi ketiga di Jawa Timur setelah Gunung Semeru dan Gunung Raung, serta menjadi yang tertinggi kelima di Pulau Jawa. Biasanya gunung ini dicapai dari tiga titik pendakian yang cukup di kenal yaitu dari Lawang, Tretes dan Batu. Nama Arjuno berasal dari salah satu tokoh pewayangan Mahabharata, Arjuna.

Gunung Arjuno bersebelahan dengan Gunung Welirang, Gunung Kembar I, dan gunung Kembar II. Puncak Gunung Arjuno terletak pada satu punggungan yang sama dengan puncak gunung Welirang, sehingga kompleks ini sering disebut juga dengan Arjuno-Welirang. Kompleks Arjuno-Welirang sendiri berada di dua gunung berapi yang lebih tua, Gunung Ringgit di timur dan Gunung Lincing di selatan. Area fumarol dengan cadangan belerang ditemukan di sejumlah lokasi pegunungan ini. (egy/fyd)

Komentar Anda

Komentar

Identitas Mayat Pria di Proyek Tol Terkuak

Isak Tangis Iringi Pemakaman Syaichul Anwar