03:00 - Senin, 20 November 2017
Sabtu, 21 November 2015 | 20:16

Spanduk Peringatan ‘Jangan Dekati Kawah Bromo’ Hilang

Salah satu spanduk larangan dipasang di lereng Gunung Batok. Spanduk yang dipasang demi keselamatan tersebut raib, beberapa spanduk di lokasi lain juga hilang. WARTABROM)/Sundari A. W

Sukapura (wartabromo) – Beberapa spanduk berisi larangan pada wisatawan untuk tidak mendekati kawah Gunung Bromo pada jarak 1 kilo meter yang dipasang aparat di Gunung Bromo pada Selasa (17/11) lalu, hilang. Hal itu diketahui, saat beberapa wartawan meliput di area gunung tersebut, Sabtu (21/11/2015).

Sebagaimana diketahui, pada Selasa lalu, aparat gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Polres Probolinggo, TNI, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), serta Pusat Vulkanologi Metigasi dan Bencana Geologi atau PVMBG pos pantau Gunung Bromo, memasang papan larangan di sejumlah titik. Yakni di lautan pasir, lereng Gunung Batok, Pura Agung Luhur Poten, dan pintu masuk kawasan gunung bromo.

Namun, sejak Jumat (20/11/2015), spanduk larangan yang terdapat di lereng Gunung Batok, Pura Agung Luhur Poten, pintu masuk kawasan Gunung Bromo, hilang.

Tentu hal itu sangat disayangkan, pasalnya larangan itu untuk mengantisipasi jatuhnya korban karena kandungan belerang yang pekat akan mengganggu pernapasan dan dikhawatirkan akan terjadi letusan kecil secara tiba tiba.

“Sayang mas, kami kan tidak mendapat informasi yang memadai terkait aktifitas kegempaan gunung ini,” kata Taufik, wisatawan dari Surabaya.

Menurut salah satu petugas TNBTS Senewu, papan larangan itu bukan hilang dicuri orang. Namun, karena hembusan angin yang kuat sejak beberapa hari terakhir, maka papan larangan itu diamankan.

“Kami percaya, hal itu tidak dicuri oleh orang Tengger, karena kami percaya hal itu tidak mungkin dilakukan oleh mereka. Diamankan disalah satu tempat disekitar sini,” tuturnya, kepada wartabromo.com, Sabtu (21/11/2015).

Hingga kini aktivitas Gunung Bromo di Dusun Cemoro Lawang, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, cenderung meningkat. Berdasarkan pantauan PVMBG pos pantau Gunung Bromo, visual cerah. Mengeluarkan asap cenderung pekat dengan ketinggian 50 – 150 meter dan status masih pada level waspada. Gempa tremor terus menerus 0.5 hingga 7 mili meter dan didominasi 5 mili meter.

“Secara seismik aktivitas Gunung Bromo cenderung meningkat. Hembusan asap bercampur belerang masih terjadi dan mengarah barat cenderung ke utara atau mengarah ke pemukiman warga,” kata Kepala PVMBG Pos Pantau Gunung Bromo Ahmad Subhan. (saw/fyd)

Komentar Anda

Komentar

Remaja Penjual Es Campur Selamat dari Percobaan Bunuh Dini

Buruh Pasuruan Siapkan Aksi Mogok Nasional