15:11 - Selasa, 23 November 0877
Minggu, 22 November 2015 | 17:16

Aktivitas Meningkat, Pengunjung Bromo Menurun

pkl bromoSukapura (wartabromo) – Larangan pendakian puncak kawah seiring peningkatan aktifitas vulkanik/ membuat jumlah pengunjung Gunung Bromo di Kabupaten Probolinggo, merosot signifikan hingga mencapai 50 persen. Bahkan, saat libur akhir pekan pun, tak banyak pengunjung memadati area wisata alam itu. Sementara sampai Minggu sore (22/11/2015), dengan status waspada, aktifitas gunung bromo masih tetap tinggi.

Tak seperti pada hari-hari libur sebelumnya, geliat wisata di area yang terletak di Desa Ngadisari Kecamatan Sukapura, nampak sepi. Antrian pengunjung di loket pembelian tiket yang biasanya menumpuk, tidak terlihat.

Ya, sejak larangan pendakian ke puncak kawah dilarang petugas, animo kunjungan wisatawan menurun. Selama ini, puncak kawah gunung bromo menjadi primadona utama para wisatawan. Disana, selain eksotika mulut kawah, pengunjung juga dapat menikmati seluruh penjuru lautan pasir dan bukit teletubies.

Namun, larangan pendakian kawah, membuat pengunjung hanya bisa menikmati lautan pasir, pasir berbisik, bukit teletubies atau sekedar menikmati alam di bibir bukit pintu masuk Cemoro Lawang. Daerah yang ditetapkan sebagai zona aman erupsi. Meski kecewa tidak bisa menikmati puncak kawah, namun larangan pendakian membuat pengunjung pasrah.

“Mau bagaimana lagi, kalau memang tidak diperbolehkan naik ke kawah. Lebih baik, cari aman saja, toh dibawah tak kalah indahnya,” ujar dimas, wisatawan dari Bandung.

Berdasarkan data Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TBTS), sejak dua pekan ini pengunjung Gunung Bromo turun drastis hingga 50 persen. Pada hari biasa, jumlah pengunjung yang biasanya berkisar 200 orang, turun separuhnya. Begitupun saat libur akhir pekan, yang sebelumnya mencapai seribu lebih, kini hanya sekitar 500 pengunjung. Jumlah itu sudah termasuk wisatawan manca negara.

“Turun separuhnya, ya karena adanya larangan tidak mendekat ke kawah,” ungkap petugas TNBTS resort 1 Senewo.

Meski jumlah pengunjung turun, harta tiket masuk tidak berubah, tarif tiket saat hari libur untuk wisatawan nusantara sebesar Rp 37.500. Bagi wisatawan manca negara Rp 327.500 per orang. Sedangkan tiket masuk untuk pengendara motor bermuatan dua orang sebesar Rp 80.000. (saw/yog)

Komentar Anda

Komentar

Buruh Pasuruan Siapkan Aksi Mogok Nasional

Ulama Hadramaut : Cegah Terorisme dengan Soft Power