Rahasia Kopi Kaspandi Mampu Bertahan Selama 75 Tahun (1)

0
129
Foto: Gesang Arif Subagyo (wartabromo)

Pasuruan (wartabromo) Saat ini semua pecinta kopi di Pasuruan pasti kenal Kopi Sepoor Kaspandi. Warung-warung kopi di Pasuruan sudah sejak lama menggunakan bubuk kopi produk Griya Kopi Kaspandi, Bangilan, Pasuruan ini.
Bahkan, kopi yang sudah diproduksi sejak 1940 ini sudah dikenal luas di berbagai daerah, hingga dikirim ke berbagai Negara di Asia dan Eropa.

Sebagai industri rumahan, usaha Kopi Sepoor Kaspadi mengalami banyak hambatan, terutama jika harus bersaing dengan produk pabrikan dan saat harga kopi mentah melambung tinggi. Namun nyatanya, kopi ini tetap bertahan dan semakin dikenal sebagai produk kopi asli Pasuruan. Apa rahasianya?

Anisah Madinah (60), pemilik usaha Kopi Sepoor Kaspandi saat ditemui di Griya Kopi Kaspandi, Bangilan, Purworejo, mengatakan, rahasia produknya mampu bertahan hingga puluhan tahun hanya satu: kegigihan mempertahankan kualitas.

“Saya tak mau pakai kopi kualitas rendah. Meski sedang mahal, saya selalu pakai kopi robusta kualitas ekspor,” kata Anisah berbincang dengan wartabromo di rumahnya.

kopi spoor 1-650x450Rumah di gang sempit tersebut selain menjadi tempat tinggal juga menjadi tempat memproduksi kopi, mulai dari menggoreng, menggiling hingga mengemas. Rumah yang berada di gang sebelah barat Mapolsek Purworejo tersebut juga menjadi toko penjualan aneka jenis produk kopi.

Anisah merupakan generasi kedua dalam usaha Kopi Sepoor Kaspandi. Ia merupakan anak mantu yang dipercaya Kaspandi, ayah mertuanya yang merintis usaha tersebut, untuk meneruskan bisnisnya.

Kaspandi, kata Anisah, sebenarnya sudah merintis usaha bubuk kopi sejak tahun 1940. Saat itu jualannya di pasar-pasar dan dalam jumlah kecil. Baru pada tahun 1955, usahanya mendapat ijin usaha dari Pemerintah Kota Praja waktu itu dan mulai diproduksi lebih banyak,” kata Anisah.

Perempuan yang biasa disapa Bu Hajjah Anisah ini mengatakan, ayah mertuanya, Kaspandi sebenarnya memiliki banyak putra-putri. Namun Kaspandi memilih dia untuk meneruskan usaha. Sambil tersenyum Anisah mengatakan “mungkin bapak melihat saya punya kemampuan bisnis,” ujarnya.

Beberapa saat kemdian, Anisah melanjutkan pembicaraan. “Kalau sampeyan ingin tahu rahasianya kopi kami bisa bertahan sampai saat ini, ya itu: kualitas. Kami tidak kompromi dengan kualitas. Mahal atau murah, kami tidak pernah menggunakan kopi lain selain robusta kualitas ekspor yang kami ambil dari Jember,” terang Anisah panjang lebar.

Menurut Anisah, pesan yang disampaikan Kaspandi kepadanya hanya “jangan kompromi dengan kualitas. Jangan sekali-kali menggunakan kopi jelek,” terang Anisah.

Produk Kopi Sepoor Kaspadi, kata Anisah, dijamin seratus persen kopi murni. Sejak awal diproduksi hingga saat ini produk kopi ini tidak memakai campuran apapun.

“Pukulan hebat saat krisis moneter tahun 1998 sampai 2000. Saat itu harga kopi sangat mahal. Saat itu saya bingung antara mengganti bahan baku kopi robusta kualitas ekspor dengan kopi biasa atau berhenti produksi,” terang Anisah.

Kemudian, Anisah memutuskan untuk tetap berproduksi dan tetap menggunakan bahan kopi seperti biasanya. Meksi tetap berproduksi Anisah terpaksa menggurangi jumlahnya karena harga bahan baku sangat mahal sementara ia tidak berani menaikan harga.

“Jadi selama dua tiga tahun itu yang penting bisa produksi. Nggak ada laba yang penting tidak merugi,” jelasnya.

Keputusan itu diambil karena bagaimananpun juga Kopi Sepoor Kaspandi tidak boleh hilang di pasaran. “Kalau misalnya saat itu saya memutuskan berhenti, mungkin produk saya sudah ditinggal orang. Jadi yang penting di pasaran tetap ada,” ungkapnya.

Walhasil, setelah perekonomian kembali stabil, ia kembali bisa meningkatkan produksinya. “Itu saat-saat yang paling berat,” pengakuannya. (fyd/fyd)