13:02 - Kamis, 19 Juli 2018
Senin, 28 Desember 2015 | 21:12

Daerah Rawan, Anggaran Bencana Kabupaten Pasuruan Mentok Rp 6 M

Foto: Emil (wartabromo)

Purwosari (wartabromo) – Tingginya potensi bencana di Kabupaten Pasuruan tidak dibarengi dengan peningkatan anggran khusus untuk bencana. Tahun 2016 nanti dana khusus bencana tidak beringsut dari angka Rp 6 miliar alias sama dengan tahun 2015. Padahal wilayah Kabupaten Pasuruan sangat rawan berbagai macam bencana.

Masyarakat Kabupaten Pasuruan sepanjang tahun terancam berbagai jenis bencana yang datang silih berganti, mulai kekeringan, banjir, longsor, puting beliung hingga ancaman dari erupsi Gunung Bromo. Khusus untuk erupsi Bromo, PVBMG memperkirakan mencapai puncaknya pada Februari mendatang. Belum lagi bencana kebakaran hutan.

Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf saat Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana, di Lapangan Desa Martopuro, Purwosari, Senin (28/12/2015), mengatakan masalah bencana mulai dari banjir, tanah longsor, puting beliung maupun erupsi Gunung Bromo adalah tanggung jawab semua elemen masyarakat.

“Pemkab Pasuruan akan memfasilitasi segala kebutuhan masyarakat terkait dengan bencana, baik itu evakuasi, logistik bencana hingga permasalahan bencana itu sendiri, sehingga yang perlu dilakukan oleh masyarakat adalah menjaga kebersihan dan lingkungan masing-masing. Sehingga masalah bencana di kabupaten pasuruan bisa kita atasi, sekalipun kita tidak tahu kapan bencana itu akan terjadi,” kata Irsyad.

Ditambahkannya,Pemkab Pasuruan telah mengalokasikan anggaran khusus untuk bencana sebesar Rp 6 miliar pada tahun 2015 dan Rp 6 miliar untuk tahun 2016 mendatang, baik itu untuk bencana banjir, tanah longsor, kekeringan, angin puting beliung, serta bencana kebakaran hutan.

“Saya minta kepada semua pihak untuk lebih memfokuskan kegiatan pencegahan dan mitigasi bencana, seperti sosialisasi bencana di sekolah, pondok pesantren, kelompok marginal, penyebarluasan informasi publik serta pembangunan yang berwawan pada RT RT,” tandasnya.

Terdapat 11 kecamatan telah ditetapkan sebagai daerah rawan banjir, yakni Kecamatan Beji, Bangil, Rembang, Kraton, Rejoso, Grati, Nguling, Winongan, Kejayan, Gondangwetan dan Kecamatan Pohjentrek. Sedangkan untuk daerah rawan tanah longsor, BPBD Kabupaten Pasuruan telah menetapkan sebanyak 9 kecamatan, diantaranya Kecamatan Lumbang, Tosari, Puspo, Pasrepan, Tutur, Purwodadi, Purwosari, Prigen dan Kecamatan Gempol. Untuk Puting Beliung adalah semua kecamatan minus daerah pegunungan. (eml/fyd)

Kades Nogosari: Kok Ujug-ujug Saya Ditetapkan Jadi Tersangka?

Silat Kuntu: Bentengi Pemuda dari Pergaulan Bebas dan Narkoba