15:12 - Rabu, 25 November 5964
Kamis, 4 Februari 2016 | 12:53

Gerakan Senja Nusantara

Foto ilustrasi: Gesang A Subagyo

Dalam sebuah investigasi, seorang wartawan berhasil menemukan dokumen rahasia kelompok Gerakan Senja Nusantara, Gasatar. Dalam file top secret itu terungkap beberapa agenda besar kelompok ini, termasuk alasan kenapa mereka ramai-ramai ”hijrah” ke Borneo dan kenapa pula mereka bergerak melestarikan lingkungan dan bercocok tanam. Miris ketika wartawan yang rajin cangkruk di warung Cak Manap itu membocorkan sedikit informasi kepada beberapa orang pelanggan warung.

Laptop dinyalakan, beberapa orang duduk di pojok warung membuka dokumen-dokumen tersebut. Sebuah dokumen dalam format Microsoft Word dibuka oleh sang wartawan, terbaca tulisan begini:

Negara para taghut ini akan segera hancur karena mereka tak pernah mengindahkan hukum-hukum Tuhan. Pulau Jawa akan segera tenggelam karena hampir segenap perlawanan kepada Tuhan berpusat di pulau ini. Sebagaian besar penduduk negeri taghut berdiam di Jawa sambil terus melakukan perlawanan kepada Tuhan. Kantor-kantor penting berada di pulau ini, padahal nusantara bukan hanya Jawa. Kantor DPR, MPR, MK dan istana presiden berada di pulau ini. Padahal kita tahu, manusia-manusia yang berada di sanalah  manusia-manusia paling banyak berdosa kepada Tuhan dan sesama manusia.

Jawa akan ditenggelamkan bukan hanya berdasarkan ramalan Ronggowarsito, tapi secara geografis dan sunnatullah memang sangat memenuhi syarat untuk ditenggelamkan. Pemukiman makin padat dan sayangnya manusia-manusia yang menghuninya adalah salah satu jenis manusia paling ”berani” sepanjang sejarah. Mereka mirip bangsa Tsamud dan bangsa ’Ad yang suka menghamburkan nikmat Tuhan justru untuk hal-hal yang dilarang olehNya. Kekayaan alam dikeruk, bahkan hampir segenap kekayaan alam di pulau-pulau lain dirampas demi kesejahteraan manusia-manusia di pulau Jawa.

Batavia, adalah segi tiga bermuda tempat bermukimnya segala macam ifrit, dajjal dan setan kober. Dari Batavia berpusat segenap pengerusakan nusantara. Rapat-rapat rahasia penuh sindikat dilangsungkan di Batavia. Stasiun-stasiun televisi, kantor redaksi koran dan kantor admin situs perusak ahlak ada di Batavia. Perumusan undang-undang yang berlaku di nusantara dan tidak sesuai dengan undang-undang Tuhan dilakukan di Batavia. Makar besar penyengsaraan rakyat, kerjasama dengan zionis, rencana busuk perusakan alam serta rencana busuk apa saja hampir semuanya dirumuskan serta dikendalikan oleh Batavia.

Jawa, terutama Batavia adalah pusat Banul Jan, mahluk yang kelak dimusnahkan Tuhan karena kufur nikmat dan selalu membikin kerusakan. Oleh karena itu hai manusia, nabimu telah mendapat wahyu agar kalian segera ”hijrah” ke Borneo supaya kalian selamat dari adzab yang sebentar lagi akan diturunkan kepada para Banul Jan di tanah Jawa. Pindahlah, bermigrasilah ke pulau Borneo untuk memulai kehidupan baru sebagaimana Tuhan kalian menghidupkan kembali bumi setelah dibakar oleh adzab.

Setelah sampai di Borneo, bekerja keraslah untuk membuka lahan dan bercocok tanam. Kenapa mesti bercocok tanam?karena taghut yang menjadi pemimpin kalian telah mendzalimi kalian sehingga kekurangan pangan ibarat anak ayam mati di lumbung.

Mandirilah, kalian tanah kalian adalah tanah terbaik di bumi. Bangun ketahanan pangan untuk kesejahteraan kalian dan segenap umat manusia. Jangan sampai nasib buruk menimpa kembali. Bagaimana bisa kalian yang hidup di negeri maritim harus impor garam. Agraris impor beras, daging dan mahal pangan. Kaya hutan kayu mahal, kaya gunung tapi hanya bisa memanen bencana. Kaya tambang malah diobral kepada para zionis untuk membantai orang tak berdosa.

Semua yang membaca dokumen itu melongo, lalu saling pandang… (Abdur Rozaq)

Komentar Anda

Komentar

Filed in

Namaku Nisbi Alphawati, Eks Gafatar

Konsleting ‘Jeruk Makan Jeruk’