15:11 - Selasa, 23 November 4365
Kamis, 4 Februari 2016 | 07:59

Kota Probolinggo KLB DBD

Mayangan (wartabromo) – Penderita demam berdarah dengue (DBD) di Kota Probolinggo awal tahun 2016 meningkat tajam. Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinis Jawa Timur menetapkan status kota ini sebagai wilayah dengan Kejadian Luar Biasa (KLB) DBD.

“Dinkes Provinsi sudah menetapkan Kota Probolinggo sebagai daerah KLB DBD,” kata Kadinkes Kota Probolinggo Ninik Ira Wibawati, Kamis (4/2/2016).

Pada Januari 2016 penderita DBD mencapai 47 pasien. Jumlah ini naik lebih dari seratus persen dibanding pada periode yang sama tahun 2015. Dari 47 penderita tersebut, satu diantaranya meninggal dunia. Berdasarkan fakta tersebut, Dinkes Provinsi Jawa Timur menetapkan Kota Probolinggo dengan status KLB pada 2 Februari, bersama Kabupaten Sidoarjo.

Tak hanya jumlah penderita DBD yang meningkat tajam, wilayah endemis nyamuk Aedes Aegypti juga meluas. Pada 2015, Sebaran nyamuk pembawa virus dengue penyebab penyakit demam berdarah, hanya berkutat di 12 kelurahan. Namun, tahun ini meluas menjadi 21 kelurahan dari 29 kelurahan se Kota Probolinggo.

Guna mencegah terulangnya kejadian semacam ini, tim Dinkes segera melakukan fogging di sekitar tempat tinggal Imelda dan yang lainnya. Dinkes terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang gejala DBD. Dinkes juga mengintensifkan peran 20 kader pemeriksa jentik berkala di masing-masing kelurahan.

“Penyuluhan, pemeriksaan jentik dan pemberian abate kepada warga, dilakukan secara gratis, tanpa menarik retribusi kepada warga,” katanya.

Cara efektif untuk menangani hal ini, adalah dengan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk). Dengan membuang barang-barang bekas, mengubur barang yang dapat menimbulkan genangan air. Kemudian memberi abate atau ikan pemakan jentik di tempat penyimpanan air, dan menggunakan pestisida pemberantas nyamuk.

Sementara fogging atau pengasapan, digunakan sebagai alternatif akhir untuk membunuh nyamuk dewasa. “Fogging itu hanya membunuh nyamuk dewasa, kalau PSN tidak dilaksanakan, percuma kan ada fogging,” pungkasnya. (saw/fyd)

Komentar Anda

Komentar

Catat! Penerima KIS-PBI Tidak Dipungut Biaya Distribusi

Tak Perlu Panik Nama di KIS Keliru, Ini yang Harus Dilakukan