15:11 - Selasa, 23 November 7480
Kamis, 18 Februari 2016 | 10:52

Korban Tabrak Lari, Dua Santri Probolinggo Meninggal Mengenaskan

Jasad dua santri di kamar mayat RSUD Dr. Moch. Saleh. Foto: Sundari AW (wartabromo)

Kademangan (wartabromo) – Dua santri Pondok Pesantren Roudlatul Tholibin Kelurahan/Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, Tofiq (18) warga Desa Patalan, Kecamatan Wonomerto dan Habibi (18), warga Desa Pondok Wuluh, Kecamatan Leces, meninggal dalam kondisi mengenaskan dalam sebuah kecelakaan. Keduanya menjadi korban tabrak lari di pertigaan Jalan Raya Prof. Hamka – Jalan Galunggung, Kademangan, Kota Probolinggo, tak jauh dari pondoknya.

“Kedua santri hendak kembali ke pondok dengan mengendarai sepeda motor bebek nomor polisi N 5322 MB. Dari olah tempat kejadian perkara, diketahui sepeda motor yang dinaiki kedua santri itu melaju dari arah barat ke timur. Santri tersebut baru pulang dari membeli peralatan listrik pondok,” kata Kanit Laka Polres Probolinggo Kota, Iptu Agus Wahyono, kepada wartabromo.com, di Kamar Mayat RSUD Dr. Moch. Saleh, Kamis (18/2/2016).

Mendekati tempat kejadian perkara, lanjut Agus, motor yang dikemudikan Habibi hendak mendahului kendaraan di depannya. Tetapi, dari arah berlawanan, muncul kendaraan lain dan terjadilah tabrakan itu.

Korban kemudian terjatuh dan tergilas kendaraan yang hendak didahului. Akibatnya, kepala Habibi hancur terlindas truk, sementara Tofiq, bagian dada kirinya hancur lantaran terlindas roda kendaraan.

“TKP sekitar 500 meter tak jauh dari ponpes tempat keduanya menuntut ilmu. Keduanya tewas di TKP,” terang Agus Wahyono.

Polisi masih berusaha melacak pelaku tabrak lari ini. Minimnya saksi mata dan sepinya lokasi, menyulitkan tim kepolisian untuk mengungkap kendaraan penabrak kedua santri ini. “Kendaraannya kabur melarikan diri semua. Belum diketahui kendaraan apa,” imbuh Iptu Agus Wahyono.

Keluarga kedua santri yang datang ke ke kamar mayat histeris. Namun mereka mengaku ikhlas dengan musibah tersebut. “Kalau meninggalnya karena menjalankan tugas dari pondok, saya ikhlas. Berarti meninggalnya termasuk jihad,” tutur Wi Nurhalis, ayah Habibi.(fyd/fyd)

Komentar Anda

Komentar

Selidiki Insiden Senapan Angin, Polisi Merapat ke Rumah Korban

Sulton, Menjual Cilok Demi Biaya Kuliah dan Nafkahi Ibunya