00:41 - Sabtu, 18 November 2017
Kamis, 18 Februari 2016 | 13:23

Sulton, Menjual Cilok Demi Biaya Kuliah dan Nafkahi Ibunya

Ahmad Sulton mahasiswa Tehnik Mesin Universitas Yudharta penjual cilok. Foto: M Rosyidi (wartabromo)

Wonorejo (wartabromo) – Semangat Ahmad Sulton (26) untuk tetap bisa berkuliah di tengah keterbatasan tidak perlu diragukan. Di sela-sela waktunya menimbah ilmu, pemuda asal Desa Tamansari, Kecamatan Wonorejo, ini berjibaku mencari nafkah menjual cilok kelililing.

“Saya harus bekerja keras untuk biaya kuliah dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Saya tinggal dengan ibu saya,” kata mahasiswa jurusan Tehnik Mesin Universitas Yudharta Pasuruan, Kamis (18/2/2016).

Setiap hari selepas kuliah, Paklek, sapaan akrap Sulton berjualan berkeliling desa-desa. Di sejumlah desa, ia sudah memiliki langganan anak-anak yang menunggunya.

“Jualan mulai pukul tiga sore sampai malam, sampai habis,” ujar Sulton yang di sela kesibukannya melayani pembeli.

Dengan gerobak yang diangkut dengan motor, Sulton setiap hari berpeluh mencari nafkah. Selain ke desa-desa, ia juga tidak segan menjual cilok ke kampus-kampus, tidak terkecuali kampusnya sendiri.

“Saya cuma berdua dengan ibu, ketiga kakak saya berkeluarga semua, cuma saya yang masih belum berkeluarga. Ayah sudah meninggal,” tutur Sulton (26), sambil melayani para pembelinya.

Cilok yang dijual Paklek tidak dibuatnya sendiri, melainkan diambilnya dari seorang juragan. “Saya menjualkan punya orang. Nanti hasilnya saya serahkan ke orang tersebut semua. Kalau dapat seratus ribu saya dikasih dua lima ribu,” jelas dia.

Rata-rata setiap hari Sulton mampu mendapatkan penghasikan bersih Rp 70 ribu. Pengahasilan yang pas-pasan tersebut selain untuk biaya kuliah dan kebutuhan hidup sehari-hari juga ditabung.

“Ya dikit-dikit saya tabungkan, untuk persiapan masa depan,” kata pria yang di kampungnya aktif berkegiatan keagamaan seperti banjari, sholawatan, ishari ini.

“Cita-cita saya hanya ingin membahagiakan ibunya,” pungkas Sulton. (ros/fyd)

Komentar Anda

Komentar

Korban Tabrak Lari, Dua Santri Probolinggo Meninggal Mengenaskan

Salip Kiri Lalu Terjatuh, Pria Pandaan Meninggal di Kolong Trailer