15:19 - Selasa, 21 November 2017
Selasa, 23 Februari 2016 | 11:27

Telaten Sosialisasikan 4 Pilar, Mbak Evi : Perlu Waspada Perang Asimetris Terselubung

evi zaenal abidinPasuruan (wartabromo) – Mengawali masa persidangan III di tahun 2016, anggota MPR RI asal Fraksi Partai Demokrat, Evi Zainal Abidin, BComm tetap bersemangat dan telaten untuk mensosialisasikan 4 pilar di Dapilnya, Jatim II. Seperti yang dilakukannya pada Minggu (21/2/2016).

Ratusan peserta tampak hadir memadati Gedung pertemuan KUTT Suka Makmur, Grati Pasuruan tempat acara tersebut digelar.

Dalam sosialisasi yang dihadiri oleh Ikatan Seni Hadrah Indonesia (ISHARI) se-Jawa Timur, anggota komisi XI DPR RI yang akrab disapa Mbak Evi ini memaparkan pasal 27 dan 28 UUD 1945 sebagai penjabaran sila kedua Pancasila yaitu, “Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia” yang didalamnya menjelaskan bahwa negara menjamin kebebasan setiap warga negaranya untuk hidup dan mendapatkan keadilan.
Sosialisasi 4 pilar yang selalu telaten dilakukan oleh Mbak Evi ini, mengangkat isu yang banyak menyita perhatian masyarakat dan saat ini sedang ramai menjadi topik pembahasan salah satunya mengenai persamaan hak kaum LGBT (Lesbian Gay Bisex Transgender). Mbak Evi mencermati kondisi pemberitaan dan liputan media yang cukup besar pada isu gerakan kaum LGBT yang kini gencar menyuarakan haknya.

“Kondisi ini perlu kita cermati bersama, apakah ada kaitannya dengan diluncurkannya program PBB yang ditujukan untuk penguatan LGBT. Program itu dikenal dengan sebutan “The being LGBT” yang menargetkan empat negara, yaitu Indonesia, Filipina, Thailand, dan Cina, ” kata Mbak Evi.

Menurutnya, sangat beralasan jika Kekhawatiran dan perlunya sikap waspada karena ketika kaum LGBT bersuara, tiba- tiba semua orang mendadak peduli dan angkat bicara? Lalu bagaimana dengan bentuk diskriminasi lain yang lebih mendasar, seperti larangan pemakaian hijab dilingkungan kerja atau keharusan para pekerja perempuan untuk menggunakan seragam seronok yang tidak sesuai dengan kenyamanan dan keinginan mereka? Atau juga diskriminasi yang kerap dirasakan dan terjadi pada kaum perempuan yang bercadar? Juga diskriminasi terhadap para penyandang disabilitas yang kerap ditolak untuk bekerja dilingkungan tertentu.

Legislator muda ini juga mempertanyakan kenapa seolah terjadi pembiaran terhadap kondisi-kondisi lain terkait hak asasi dan hak hidup yang sangat bertentangan dengan asas keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia tanpa ada liputan pemberitaan masif yang dapat membuat masyarakat tergugah untuk membuka mata serta turut memperjuangkannya bersama.

Terlebih lagi, satu- satunya legislator wanita asal Dapil Jatim 2 ini menambahkan bahwa negara kita sedang berada di era perang asimetris, yang dimana peperangan tidak lagi menggunakan senjata dan angkatan perang dalam menghancurkan suatu bangsa, akan tetapi menggunakan media sebagai salah satu kekuatan untuk mempengaruhi pola pikir yang dapat mengarahkan pandangan suatu bangsa pada kemunduran dan kerusakan moral.

“Bangsa- bangsa sudah tidak lagi berperang dengan senjata rudal dan bom atom, akan tetapi perang moral yang berdampak jauh lebih masif dan membahayakan terhadap kelangsungan masa depan bangsa dan generasinya.”, ujar mbak Evi dengan lantang dihadapan ratusan undangan dari kelompok ISHARI se- Jawa Timur.

Mbak Evi mengajak para tokoh ulama dan masyarakat yang tergabung dalam ISHARI untuk mewaspadai bersama kemungkinan adanya perang asimetris terselubung yang bisa saja telah terjadi, namun belum sepenuhnya kita sadari.

Wanita ayu ini mengakhiri sosialisasinya dengan berpesan agar masyarakat dapat bijak dalam hal ini dengan tetap dapat memanusiakan manusianya. Namun disisi lain juga terus teguh dalam menjaga kelangsungan norma kehidupan bagi seluruh generasi muda karena ancaman perang asimetris terus mengintai jati diri bangsa Indonesia sebagai bangsa besar yang beradab dan berkeadilan sosial. Sontak saja para peserta mengamini pandangan beliau ini dengan tepuk tangan penuh semangat. (*/*)

Komentar Anda

Komentar

17 Pengedar dan 1 Bandar Narkotika Diamankan

Dua Perahu SAR Cari Imam Masjid Terseret Arus Sungai Gembong