03:00 - Senin, 20 November 2017
Rabu, 24 Februari 2016 | 17:53

Relawan Lokal hingga Australia Tanam Pohon di Lereng Bromo

Foto: Sundari (wartabromo)

Sukapura (wartabromo) – Sejumlah relawan lokal hingga manca negara melakukan aksi sosial penanaman pohon di lereng Gunung Bromo Kabupaten Probolinggo, Rabu (24/2/2016). Aksi ini dilakukan untuk memulihkan kembali flora khas Tengger pasca rusak tertimbun abu vulkanis erupsi.

Hingga Rabu siang, status Gunung Bromo di Desa Ngadisari Kecamatan Sukapura, masih di level tiga atau siaga. Dalam status siaga aktifitas erupsi tetap terjadi meski dengan skala lebih kecil dibanding dua pekan sebelumnya. Saat ini, semburan asap putih berketinggian 2.379 mdpl menuju arah barat dan barat daya dengan dominan gempa tremor 2 milimeter.

Aktifitas erupsi yang cenderung menurun dimanfaatkan oleh sejumlah relawan Art’s Pala Volunteer Indonesia untuk melakukan pemulihan ekosistem kawasan lereng Bromo. Aksi itu dilakukan di Dusun Cemara Tiga Desa Ngadirejo, Kecamatan Sukapura.

Bersama warga Suku Tengger, mereka bahu membahu menanam beberapa jenis pohon khas Tengger, seperti kalitus, cemara gunung, mentigi dan akasia. Tanaman tersebut ditanam di jalan perkampungan hingga lereng perbukitan.

Aksi sosial ini bahkan tidak hanya melibatkan relawan lokal, sejumlah relawan asing pun menunjukkan kepeduliannya untuk melestarikan keindahan alam lereng Bromo.

“Sangat besar, besar kepedulian kita para relawan terhadap kelestarian alam. Bagaimanapun erupsi bromo berdampak pada perkampungan dan sumber daya alam disini, sehingga kita perlu mempedulikan korbannya,” ujar Gabrielle, salah satu relawan asal Australia.

Reboisasi yang dilakukan serentak ini, melibatkan 120 relawan. Reboisasi sengaja dilakukan diluar kawasan konservasi Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Karena pemulihan ekositem penyangga diluar kawasan wisata selama ini tidak pernah dilakukan.

“Sebenarnya untuk menghijaukan kembali kawasan ini, dimana Dusun Cemara Tiga ini merupakan penyangga Gunung Bromo, gunung api aktif yang dua-tiga bulan erupsi dan membuat tanaman kami mati mengering karena kadar sulfur dan kadar belerang tinggi dari abu Bromo, maka kami daur ulang lagi, kami tanam lagi,” terang Koordiinator Relawan Bambang Sutrisno.

Ditargetkan, 500 pohon tertanam di 4 titik penanaman. Diharapkan dalam dua hingga tiga tahun kedepan, pohon reboisasi ini sudah dapat menggantikan flora gunung yang telah rusak dan meranggas pasca tertimbun abu vulkanis. (saw/fyd)

Komentar Anda

Komentar

Potensi Wisata Hutan Pinus Yang Terabaikan

Belum Kantongi Izin, Satpol PP Tutup Proyek PGN di Kraton