15:11 - Kamis, 22 November 3945
Minggu, 6 Maret 2016 | 13:19

Yuk! Berlibur ke ‘Pulau Ekor’ di Gili Ketapang

IMG-20160306-WA0029-650x450Sumberasih (wartabromo) – Pulau Gili Ketapang Kecamatan Sumberasih merupakan satu-satunya wilayah Kabupaten Probolinggo yang berada di kawasan perairan. Pulau berpenghuni sekitar 9.000 jiwa ini, mempunyai Pantai Ekor yang berpasir putih.

Keunikan pantai ini, berasal dari posisi pantainya yang memiliki dua sisi pemandangan ke laut lepas. Di sisi selatan, deretan kapal nelayan menjadi poin utamanya. Sementara sisi barat, cenderung ke laut lepas. Dengan hamparan pasir putihnya dan agak melengkung berbentuk ekor menjadi daya tarik tersendiri.

Angin yang berhembus sepoi-sepoi dari perairan seolah memanjakan para pengunjung. Ditambah dengan deretan awan di sisi barat dan selatan memanjakan mata penikmatnya.

“Pemandangannya tak kalah dengan pantai Kuta di Bali. Tapi ini lebih alami dan tidak berupa garis pantai, tetapi ada dua sudut pandang yang dapat dinikmati,” sebut salah satu pelancong asal Surabaya, Rosdiana, kepada wartabromo.com.

Air jernih nan bersih pada sisi barat Pantai Ekor membuat anak-anak, bisa berenang dengan aman di tepian pantai. Sementara untuk pengunjung yang ingin snorkeling atau sekedar berenang, dapat bergerak agak ke tengah.

Namun, tak lengkap rasanya jika berkunjung ke Gili tanpa menikmati kulinernya. Yang khas, adalah aneka olahan ikan, udang dan cumi lantaran hampir seluruh penghuni pulau ini berprofesi sebagai nelayan.

Ikan bakar, hamparan pasir putih, angin sepoi-sepoi dan desiran suara ombak, menambah keindahan di pulau ini.

Akses ke pulau inipun, kini semakin mudah. Dengan adanya pembangunan dermaga baru. Sehingga kapal penyeberangan semakin leluasa untuk sandar.

“Dinamakan demikian karena ada ujung atau daratan yang menjorok seperti ekor. Kami terus berbenah agar semakin banyak wisatawan yang berkunjung,” ujar Kepala Desa Gili Ketapang Suparyono. (saw/yog)

Komentar Anda

Komentar

Walikota Setiyono Janji Permudah Perijinan Investor

Ribuan Warga Tengger Probolinggo dan Pasuruan Gelar Pawai Ogoh-ogoh