14:39 - Sabtu, 25 November 2017
Selasa, 8 Maret 2016 | 15:05

Pondok Pesantren di Lekok Berhasil Panen Udang Sistem Busmetik

Panen udang vaname perdana sistem busmetik di salah satu ponpes di Lekok. Foto: Emil (wartabromo)

Lekok (wartabromo) – Pondok Pesantren Nurul Mustofa Desa Tambaklekok, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan berhasil membudidayakan udang vaname dengan sistem Busmetik. Teknologi busmetik atau yang dikenal dengan istilah budidaya udang skala mini empang plastik di pesantren ini panen perdana hari ini, Selasa (8/3/2016).

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pasuruan, , Slamet Nurhandoyo, mengatakan potensi luas tambak di wilayahnya Kabupaten mencapai 3966,9 hektar dan tersebar di 4 kecamatan, yakni Bangil, Kraton, Rejoso dan Lekok. Sedangkan untuk produksi udang, selama tahun 2015 lalu telah berhasil mencapai 2569,95 ton.

“Pada umumnya tambak saat ini dikelola dengan sistem tradisional, sehingga produktifitasnya rendah. Untuk itu kami menggunakan sistem busmestik agar dapat meningkatkan produktifitas dengan berinovasi pada budidaya udang,” kata Slamet, sesaat setelah panen udang sistem busmetik di Demonstration Farm (Demfarm), Pesantren Nurul Mustofa Desa Tambaklekok, Kecamatan Lekok.

Teknologi busmetik atau yang dikenal dengan istilah budidaya udang skala mini empang plastik adalah inovasi teknologi budidaya udang melalui kajian ilmiah yang terukur. Teknologi ini merupakan cara budidaya baru yang ramah lingkungan dengan biaya lebih murah dengan menggunakan lahan lebih kecil sekitar 1 petak 600 m2, masa panen lebih singkat yakni 3 siklus per tahun dengan hasil lebih banyak dan berkualitas. Kata Slamet, teknologi busmetik adalah pilihan atas semakin menurunnya kualitas daya dukung perairan. Tingkat teknologinya sederhana, serta secara keekonomian memungkinkan untuk dikembangkan oleh petambak.

“Pada prinsipnya teknologi busmetik ini sangat efisien karena tidak membutuhkan modal yang cukup besar, bahkan bisa dilakukan dengan lahan yang tidak terlalu luas dengan aplikasi yang relatif mudah, sehingga cukup menarik bagi pengusaha perikanan pemula dengan modal relatif terjangkau,” imbuhnya.

Lebih lanjut Slamet menambahkan, lokasi panen udang vaname kali ini adalah sebuah demfarm yang berada di kawasan pondok pesantren. Tujuannya tak lain untuk memberdayakan para santri agar memiliki jiwa enterpreneur, dengan tetap tidak melupakan kewajiban dalam hal syiar agama.

“Banyak sekali santri di Kabupaten Pasuruan yang memiliki potensi dalam hal kewirausahaan. Maka dari itu saya mengajak kepada semua santri untuk sama-sama memanfaatkan tambak, karena program ini berasal dari pusat,” terang Slamet.

Sementara itu, Bupati Irsyad Yususf yang ikut dalam panen perdana menegaskan, dengan keberhasilan demfarm budidaya udang sistem busmetik, berarti sangat penting untuk disebarluaskan kepada publik, mengingat produksi udang harus terus ditingkatkan guna mendongkrak  peningkatan produksi perikanan budidaya di Kabupaten Pasuruan.

“Di samping itu dapat membuka peluang usaha dan perluasan lapangan pekerjaan. Melihat hasil produksi udang yang sangat menjanjikan dalam penerapan busmetik. Sudah saatnya inovasi ini dapat diterima oleh masyarakat secara luas, terutama pelaku perikanan budidaya, sehingga diharapkan keberhasilannya dapat meningkat,” ucapnya. (mil/fyd)

Komentar Anda

Komentar

92 Desa di Kabupaten Pasuruan Belum Tersentuh Imunisasi Polio

Pemkot Pasuruan Akan Bangun Puluhan Septic Tank Komunal