13:36 - Selasa, 21 November 2017
Rabu, 9 Maret 2016 | 17:05

Pengunjung Nobar Gerhana di Lapan Membeludak

meneropong gerhana 1Gempol (wartabromo) – Pengunjung membeludak saat nonton bareng gerhana matahari parsial di Kantor Lapan Pasuruan. Jatah 500 kaca mata gerhana ludes. Pengunjung bergantian memakai alat khusus tersebut satu dengan yang lain.

Pengunjung yang datang ke Kantor Lapan di Desa Watukosek, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan mulai memadati halaman kantor utama sejak pukul 04.30 WIB, Rabu (9/3/2016). Bahkan banyak pula yang menginap di aula yang disediakan pihak Lapan malam harinya.

Lapan menyediakan 11 teleskop, dua proyektor dan 500 kaca mata khusus gerhana. Karena keterbatasan alat sementara pengunjung yang datang mecapai seribuan, sebagian dari mereka tidak mendapatkan kaca mata.

meneropong gerhanaSelepas sholat gerhana, pengunjung langsung menyerbu teleskop yang disediakan. Sebagian lain menuju tenda dimana terdapat proyektor yang menayangkan peristiwa gerhana. Sementara banyak yang tidak kebagian kaca mata tampak sabar menunggu pengunjung lain puas melihat gerhana dan meminjam kaca mata.

Beruntung bagi mereka petugas yang dibantu belasan anggota komunitas antariksa amatir dari Malang dan Surabaya sabar melayani pengunjung agar dapat bergantian menyaksikan gerhana dari teleskop. Sejumlah petugas juga mengimbau agar pengunjung yang mendapatkan kaca mata mau bergantian dengan lainnya.

Karena proses gerhana parsial mulai dari sentuhan pertama hingga terakhir berlangsung relatif lama, para pengunjung yang sabar berkesempatan menyaksikan fenomena langkah tersebut.

nobar gerhana ramai“Saya datang sejak pagi buta ke sini sangat ingin menyaksikan peristiwa langkah ini. Syukur bisa melihat dengan teleskop dan secara langsung dengan kaca mata,” kata Brian (20), pengunjung asal Malang.

Kepala Balai Lapan Pasuruan, Dian Yudha, berharap semua pengunjung berkesempatan menyaksikan gerhana yang mencapai puncaknya pada pukul 07.25 WIB.

“Kami upayakan semua yang hadir bisa menikmati gerhana,” kata Dian. (fyd/fyd)

Komentar Anda

Komentar

Mereka yang Nekat Memburu Gerhana Matahari di Bromo Saat Nyepi

Alat Terbatas, Santri Probolinggo Lihat Gerhana Pakai Ember Air