12:37 - Sabtu, 25 November 2017
Jumat, 8 April 2016 | 17:08

Serapan Gabah Bulog Sub Divre Malang Masih Jauh dari Target

IMG_20160408_143319Pasuruan (wartabromo) – Badan Urusan Logistik (Bulog) Devisi Regional (Divre) V Jawa Timur yakin target penyerapan gabah petani akan terpenuhi. Keyakinan tersebut karena sejumlah wilayah di Pasuruan dan Malang memasuki panen raya.

“Kami yakin bisa terpenuhi meski saat ini dari target 70.000 ton gabah yang harus diserap, baru masuk 16% atau sekitar 11.000 ton,” kata Kepala Sub Malang Divre V Jatim, M Arsad, Jumat (8/4/2016).

Pihaknya sejak semingu ini bekerja keras membeli gabah petani yang sudah memasuki masa panen untuk memenuhi target.

“Kami menebas 2.000 hektar panenan padi di Kecamatan Wonorejo, sekitar 13.000 ton hingga 15.000 ton gabah,” jelasnnya.

Arsad melanjutkan, dengan asumsi di Kecamatan Wonorejo Bulog mampu menyerap panenan 2.000 hektar diyakini target sebesar 70.000 ton bakal terpenuhi karena masih banyak lagi kecamatan di Pasuruan yang menjadi lumbung padi, seperti Kecamatan Rejoso, Gondangwetan, Beji, Sukorejo, Purwosari dan lainnya.

“Kemarin masih belum panen raya. Tapi dengan panen raya yang baru mulai saat ini, kami yakin target akan terpenuhi,” tandas Arsad.

Arsad menegaskan gabah yang diserap Bulog sudah memenuhi sarat sesuai Inpres nomor 5 Tahun 2015 tentang ketentuan penyerapan gabah petani.

“Yang  2.000 ha itu memang memenuhi standart ketentuan. Makanya kami tidak ragu lagi untuk menyerap hasil panenan petani di Kecamatan Wonorejo,” pungkasnya.

Penyerapan gabah petani ditentukan seharga Rp 3.700/kg untuk gabah kering panen (GKP). Dengan persyaratan, di antaranya kadar air maksimal 15% dengan butiran patah maksimal 15% dan menir 0%. Sedangkan untuk gabah kering giling (GKG), harga dipatok sebesar Rp 4.600/kg. (hrj/fyd)

Komentar Anda

Komentar

Bulog Tebas 2000 Hektar Panenan Padi Petani Wonorejo

Matoa Mulai Berkurang di Tanah Papua, Pemkab Kerrom Kagumi ‘Sukorejo City Of Matoa’