15:11 - Senin, 24 November 7383
Selasa, 26 April 2016 | 15:35

Keren! Mahasiswa Yudharta Motori Gerakan Sedekah One Day One Thousand

Foto: Rosyidi/wartabromo

Purwosari (wartabromo) – Banyak hal positif yang bisa dilakukan mahasiswa daripada melakukan hal-hal tidak bermanfaat bahkan hedon. Salah satu kegiatan yang dimotori para mahasiswa Universitas Yudharta, Purwosari, ini sangat keren; One Day One Thousand (ODOT).

One Day One Thousand merupakan gerakan bersedekah setiap hari. Kelompok ini menyisihkan Rp 1000 setiap dan dimasukkan ke dalam kaleng (celengan) cantik yang didisain menarik. Hasil dari sedekah ini akan disalurkan pada siapa saja yang benar-benar membutuhkan.

“Kita membuat celengan untuk orang yang tidak mampu, setiap anggota dan pengurus kita beri celengan, yang nanti dikumpulkan satu bulan sekali,” kata Agus Sofiandi, salah seorang pengurus ODOT di sela-sela kesibukannya, di kampus Yudharta, Selasa (26/4/2016).

Menurut pemuda berumur 20 tahun tersebut, ODOT berawal dari seorang teman yang bernama Evi Nurhayati yang melihat televisi menyiarkan tentang sekelompok muda-mudi yang mengumpulkan uang dari tabungan tiang hari seribu untuk membantu sesama yang membutuhkan.

Setelah itu Evi sapaan akrabnya, mempunyai inisiatif untuk meniru dan membentuk kelompok sedekah di kampusnya.

“Yang ngawali itu Evi teman ospek saya, dulu ya dia yang mengajak saya,” jelas Andi.

ODOT sendiri baru berdiri sekitar tujuh bulan, namun mereka sudah bersedekah di berbagai daerah seperti tebar nasi di Lawang, pembagian sembako di panti asuhan Pandaan, panti asuhan di Purwosari, panti asuhan di Jambung, Malang. Mereka juga memberikan bantuan kepada warga Gesing, Pandaan dan warga Desa Karangnongko, Wonorejo.

“Alhamdulillah sudah berbagai daerah kita bersedekah,” tambah Andi.

Setelah berselang beberapa bulan ODOT yang awalnya berdiri sendiri, kemudian bergabung dengan Laskar Sedekah yang berpusat di Jogja. Yang mana pada awalnya ODOT menggunakan nama LS atau Laskar Sedekah, sehingga karena tujuan yang sama mereka ikut bergabung dengan LS.

“Kita bergabung dengan Laskar Sedekah pada tanggal 12 maret 2016, yang berawal dari penggunaan nama LS yang kami ambil dari media sosial,” ulas Andi.

Dari sekian sedekah yang telah diberikan mereka mengaku ikhlas, tanpa ada paksaan dari pihak lain untuk sedekah.

“Ya kapan lagi kita mau sedekah, mumpung masih bisa saya bersedekah,” kata Nayli Zakia, salah seorang anggota.

Nayli juga menuturkan untuk membantu orang tidak membutuhkan waktu yang tepat. Waktu yang tepat yaitu selagi sempat dan tidak ditunda.

“Kami berharap teman teman tetap Istiqomah, biar makin sering kita bersedekah,” tutup Andi. (ros/fyd)

Komentar Anda

Komentar

Filed in

Serunya Perang Tepung Bareng Bupati Tantri di Kraksaan Colour Run

2000 Anak Play Grup Pawai Hari Kartini