15:11 - Jumat, 23 November 4885
Rabu, 27 April 2016 | 15:32

Kadinkes Kabupaten Pasuruan Bungkam Soal Kasus HIV/AIDS yang Tinggi

kamaranPasuruan (wartabromo) – Penularan penyakit HIV/AIDS melalui hubungan seksual di wilayah Pasuruan, terutama di kawasan prostitusi Tretes, Prigen, sangat tinggi. Diperlukan langkah komprehensif untuk melakukan pencegahan terutama kepala PSK dan tamu yang menggunakan jasa mereka.

Pengawasan dan sosialisasi tentang pencegahan penyakit menular HIV/AIDS tidak dilakukan secara maksimal terutama oleh dinas kesehatan. Kondisi tersebut membuat penyebaran penyakit mematikan ini tidak terkendali.

Saat hendak dikonfirmasi terkait langkah yang dilakukan, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan, Loembini Pedjati Lajung, terkesan menghindar.

“Sebentar mas ya, saya terburu-buru sudah janjian sama tamu, jawab Loembini sambil berlalu, saat ditemui di Pendopo Kabupaten Pasuruan, Rabu (27/4/2016).

Sebelumnya Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pasuruan merilis lima besar kecamatan paling banyak terjadi kasus penyakit mematikan tersebut.

Lima kecamatan tersebut diantaranya Kecamatan Prigen yang selama ini dikenal dengan dunia malam di kawasan Tretes, Kecamatan Pandaan yang merupakan pusat perekonomian di kawasan barat, Kecamatan Bangil yang merupakan ibu kota kabupaten serta Kecamatan Sukorejo dan Purwosari terus ditumbuhi industri.

“Peredaran kasus HIV/AIDS di Kabupaten Pasuruan yang paling tinggi ada di Kecamatan Prigen dengan 82 kasus, kemudian diikuti Kecamatan Pandaan yang mencapai 66 kasus, Bangil sebanyak 38 kasus, Sukorejo 32 kasus dan dan Purwosari sebesar 31 kasus,” kata Kasi Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Dinkes Kabupaten Pasuruan Sementara itu, Dr Aris Budi Pratikto, Rabu (23/9/2015).

Hal itu disampaikan Aris Budi dalam Dialog Publik di Pendopo Nyaweji Ngesti Wenganing Gusti Pemerintah Kabupaten Pasuruan dengan tema “Peran Serta Orang Tua dalam Membentengi Putra/Putri terhadap Penyalahgunaan Narkoba dan HIV/AIDS.”

Aris menambahkan sejak 2000 hingga akhir September 2015, tercatat sebanyak 984 warga Kabupaten Pasuruan menderita HIV/AIDS. Angka tersebut didominasi usia produktif, yakni usia 2 -29 tahun yang jumlahnya mencapai sekitar 300 orang atau sekitar 31%.

“Dari sebanyak 984 orang penderita HIV/AIDS, prosentase jumlah kaum adam lebih besar, yakni 58%, ketimbang kaum hawa sebesar 50%. Sedangkan 2% lainnya tidak jelas, karena kesamaan nama antara pria dan wanita,” jelasnya.

Aris menambahkan dari total sebanyak 984 orang, ternyata jumlah ibu rumah tangga pengidap HIV/AIDS, lebih besar besar dibanding dengan pekerja sek komersial (PSK).

“Jumlah ibu rumah tangga terkena HIV/AIDS lebih besar, yakni 16%. Sedangkan PSK hanya sebanyak 14%,” katanya.

Prosentase sebesar 16% itu, diperoleh angka sekitar 157 ibu rumah tangga di Kabupaten Pasuruan yang menderita HIV/AIDS. Sedangkan untuk PSK sebesar 14% atau sekitar 138 orang. (fyd/fyd)

Komentar Anda

Komentar

Netizen Kompak Dukung Wali Kota Benahi Manajemen RSUD Purut

Desak Jukir Ditertibkan, Wakil Ketua Komisi II : PAD dari Parkir Berlangganan Rp. 7,5 Miliar