03:53 - Senin, 16 Juli 2018
Sabtu, 7 Mei 2016 | 22:47

Santriwati dan Barongsai

IMG-20160507-WA0112Purwosari (wartabromo) – Universitas Yudharta Pasuruan kian menunjukkan dirinya sebagai perguruan tinggi multi kultular dan budaya di Kabupaten Pasuruan.

Hal ini ditunjukkan dengan kemeriahan pertunjukkan barongsai sebagai salah salah satu ikon budaya Tionghoa yang ditampilkan untuk memeriahkan peringatan Diesnatalis ke XIV tahun 2016.

Kehadiran seni barongsai dan ular naganya pun sontak menjadi tontonan dan menyedot perhatian kalangan santri dan santriwati Ponpes Ngalah serta Mahasiswa Universitas Yudharta.

Ribuan santriwati tampak berjejer rapi menyaksikan kepiawaian para pemain barongsai yang didatangkan dari Klenteng Umat Konghuchu Tjoe Tjik Kiong di Pasuruan, Sabtu (7/5/2016) petang.

Hujan yang sempat mengguyur kawasan Purwosari dan sekitarnya tak menyurutkan langkah para santriwati dan mahasiswa untuk hadir secara rapi dan teratur di halaman kampus Yudharta.

“Saya baru pertama kali ini lihat barongsai, ” kata Anggi, salah seorang santriwati Ponpes Putri Ngalah dengan polosnya.

Gadis santri itu tampak menikmati kehadiran hiburan yang sudah lama tak dilihatnya. Meski sesekali ia tampak memperhatikan Kepala asrama, khawatir ada yang salah dalam tindakannya.

“Ini untuk menjaga kerukunan umat beragama dan kultur budaya yang ada di indonesia,” kata Zainal Ikhawan, salah seorang panitia yang tampak hilir mudik di lokasi.

The MultiCulture University sebagai jargon yang terpampang di spanduk agaknya tak salah menyusul hampir setiap kegiatan yang dilaksanakan oleh perguruan tinggi tersebut selalu mempertontonkan keharmonisan dan kerukunan baik dalam tradisi budaya maupun agama. (ros/yog)

 

Malam Ini, Yudharta Nanggap Wayang Lakon ‘Dewa Ruci’

Malam Puncak Diesnatalis Yudharta, Tumpengan dan Wayangan