09:40 - Senin, 16 Juli 2018
Selasa, 31 Mei 2016 | 16:05

Tengkulak Kuasai Serapan Gabah Petani Probolinggo

Petani Dringu, Kabupaten Probolinggo, tengah panen raya. Petani lebih memilih menjual gabah ke tengkulak daripada ke Bulog. (Foto: Sundari/wartabromo.com)

Dringu (wartabromo) – Serapan Gabah (sergab) oleh Badan Urusan Logistik (Bulog) Subdrive Probolinggo, terhadap gabah kering petani di Kabupaten Probolinggo relatif masih sanggat rendah. Petani lebih suka menjual gabah kepada tengkulak daripada menjualnya ke perusahaan plat merah itu.

Hal itu disayangkan oleh Kodim 0820 Probolinggo, sebab berdasarkan data yang diperoleh pembelian gabah petani oleh Bulog Subdivre Probolinggo masih sekiar 40 % dari target 65 ribu ton. “Tentu itu sangat disayangkan, karena masa panen raya sudah lewat. Kami akan terus memantau serapan gabah yang dilakukan oleh Bulog, sehingga petani tidak dirugikan,” ujar Kasdim 0820 Probolinggo Mayor (Inf) Winarso, Selasa (31/5/2016).

Berdasarkan data Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Probolinggo, hasil panen padi sejak Maret hingga pertengahan Mei, diperkirakan mencapai 180 ribu ton gabah. Ironisnya, serapan gabah hasil petani didominasi para tengkulak yang diperkirakan mencapai 146 ribu ton. Artinya Bulog hanya mampu membeli 34 ribu.

Kadisperta Kabupaten Probolinggo Mahbub Zunaidi, membenarkan minimnya serapan gabah petani Probolinggo dilakukan Bulog. Mahbub sangat berharap Bulog dapat menyerap seluruh gabah petani. “Karena pembelian oleh Bulog harganya sesuai HPP, yakni 3.700 rupiah per kilogram. Berada dibawah harga beli tengkulak yang mencapai 4.100 rupiah,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bulog Subdivre Probolinggo Irsan Nasution, membantah minimnya serapan gabah oleh pihaknya. Meski begitu ia membenarkan pihaknya baru menyerap gabah sebanyak 35 ribu ton dari target 65 ribu ton. “Kami optimis sergab akan terealisasi pada panen raya kedua, apalagi banyak daerah di Kabupaten Probolinggo yang menanam padi sepanjang tahun,” tutur Irsan.

Di Kabupaten Probolinggo sendiri produksi gabah tiap tahunnya selalu meningkat. Pada 2013 produksi gabah mencapai 329 ribu ton, 2014 mencapai 335 ribu ton. Sementara pada tahun lalu produksi gabah sebesar 340 ribu ton, dan pada tahun ini Disperta menargetkan 350 ribu ton. (saw/fyd)

Sambut Lebaran, BI Malang Siapkan Rp 2,5 T Uang Pecahan Baru

Warga Serbu Operasi Pasar, PNS-pun Ikut Antri