Menentukan Cluster Wilayah Ternak Sapi

0
189

Melihat Pusat Pembibitan Sapi Unggulan PasuruanPasuruan (wartabromo) – Agar pengembangan potensi sapi potong maupun sapi perah dapat berlangsung, Pemkab Pasuruan membaginya dalam kelompok-kelompok (cluster) wilayah. Sehingga pembinaan untuk pemberdayaan atas pengembangan usaha sapi potong maupun sapi perah, dapat dilakukan secara terpadu dan sistemastis serta saling bersinergi.

“Kami bagi dalam cluster-cluster, sesuai kecamatan. Seperti di Purwosari, Purwodadi dan Sukorejo. Sangat sesuai untuk pengembangan peternakan sapi potong,” ucap Bupati Irsyad Yusuf (Gus Irsyad), beberapa waktu lalu.

Selain kecamatan yang disebutkan, juga masih terdapat kecamatan lainnya yang didasari pada kebiasaan masyarakat sebagai peternak sapi. Di antaranya di Kecamatan Lumbang, Grati, Nguling, Rejoso, Winongan, Gondangwetan, Pohjentrek, Kejayan dan lain-lain.
SAPI KURBAN1Pengembangan dan pemberdayaan sapi akan dipusatkan di Unit Pelayanan Teknis (UPT) Peternakan Kabupaten Pasuruan. Di UPT yang terletak di Desa Sumberrejo, Kecamatan Purwodadi itu, akan dijadikan sebagai pusat pengembangan, pemberdayaan dan penelitian peternakan sapi Kabupaten Pasuruan.

“Bahkan kita harapkan UPT tersebut menjadi salah satu lokasi pengembangan sapi potong di Jawa Timur,” tandas Gus Irsyad.

Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Pasuruan, Bambang Hariyanto, mengatakan UPT tersebut akan menjadi tempat bagi peternak sapi di Kabupaten Pasuruan, untuk belajar dan sekaligus diberdayakan. Terutama penanganan dan penerapan manajemen yang bagus untuk mengembangkan ternaknya.

“Tapi saat ini kami masih menyiapkan dengan formula yang paling cocok dan sesuai,” ujar Bambang Hariyanto.

Meski secara spesifik cluster pengembangan sapi potong dan sapi perah dibedakan. Namun realitas di lapangan, lokasi cluster sapi potong juga terdapat pada cluster sapi perah. Cluster pengembangan sapi perah Kabupaten Pasuruan, berada di Kecamatan Lumbang, Nguling, Lekok, Grati, Tutur, Puspo dan Pasrepan.

Secara umum, cluster untuk pengembangan peternakan sapi, baik sapi potong maupun sapi perah, berada di wilayah yang memiliki iklim dan sesuai dengan ketinggian antara 0 hingga 1.000 meter di atas permukaan laut (mdpl).

“Karena di wilayah-wilayah tersebut, persediaan makanan untuk ternak sangat memungkinkan dengan bentangan lahan yang luas. Terutama areal lahan untuk mendapatkan pakan, berupa rumput,” pungkas Bambang. (*/*)