00:01 - Rabu, 18 Oktober 2017
Senin, 3 Oktober 2016 | 07:42

Keheningan Menenangkan untuk Pembajaan Batin di Indrakila

Prigen (wartabromo) – Perjalanan berat yang melelahkan memakan waktu 4-5 jam, terbayar dengan keheningan yang menenangkan, begitu memasuki kawasan komplek Candi Indrakila di lereng sebelah timur Gunung Arjuna ini.

Situs Begawan Ciptaning atau Arjuna di Candi Indrakila di lereng Gunung Arjuna. Foto : Warta Bromo/Harjo Suwon

Situs Begawan Ciptaning atau Arjuna di Candi Indrakila di lereng Gunung Arjuna. Foto : Warta Bromo/Harjo Suwon

Begitu memasuki komplek candi, sekitar 50 meter sudah terdapat situs Eyang Kabul atau Sri Menganti yang berada di pelataran. Tempat situs ini cukup luas, dengan ruangan berukuran 7X7 meter dan ditandai keberadaan sebuah arca.

Arca batu yang berbentuk orang tengah bersila itu dikurung dalam teralis besi berukuran cukup besar yang dalamnya diberi kain merah-putih serta kanan-kiri diberi bendera dwi warna. Pada bagian atas menempel dinding, terpampang gambar tokoh pewayangan semar.

“Situs Eyang Kabul, konon permintaan peziarah sesuai krentek (keinginan) hatinya, mudah dikabulkan. Permintaan tetap ditujukan kepada Tuhan dengan perantaraan Eyang Kabul ini,” kata Rusgianto, peziarah yang rutin 3 bulan sekali ke Indrakila ini.

Dari situs Eyang Kabul, pengunjung baru naik ke atas ke situs Eyang Mintorogo atau Begawan Ciptaning yang dikenal sebagai Arjuna dalam pewayangan. Tapi sebelum ke situs Begawan Ciptaning, biasanya peziarah beristirahat sebentar di sebuah tempat yang disediakan juru kunci.

Juru kunci di Candi Indrakila ini adalah Dul Azis (60) yang dibantu Kalam (48). Keduanya dengan senang hati akan mempersilahkan peziarah beristirahat sebentar. Selanjutnya baru dipersilahkan ke situs Begawan Ciptaning, tapi sebelumnya peziarah diminta melalui jalan dari pintu berundak-undak yang diawali dari deretan punden berundak Situs Mundisari yang menempel dinding.
warmo eyang kabul“Kalau baru datang, biasanya memang nunsewu (permisi) dulu, untuk mengawali lelaku (tirakat) di tempat ini,” ujar Dul Azis.

Situs Begawan Ciptaning berada pada sebuah cungkup tersendiri dan dipisahkan dengan pintu dari pendapa yang menjadi sanggar pamujan bagi peziarah. Sedikitnya terdapat tujuh arca yang sebagian diselimuti dengan kain kuning dan kain putih.

Arca batu yang diselimuti kain kuning, berbentuk manusia yang gagah dan seperti berkumis dengan tinggi sekitar 60 centimeter. Itulah perwujudan Arjuna atau Begawan Ciptaning.

Peziarah biasanya berada di situs Begawan Ciptaning ini paling lama sekitar 30 menit. Selanjutnya akan bertirakat di pendapa yang menjadi sanggar pamujan. Seperti saat itu, pendapa justru menjadi lokasi para calon pendekar dari PSHT Pasuruan, menerima bekal bathin dari para seniornya.

Setelah dari petilasan Begawan Ciptaning, peziarah diarahkan ke tempat yang lebih tinggi, yakni situs Dewi Suprobowati, istri Arjuna.
Selain itu juga masih ada satu situs lagi, yakni Situs Panji Saputra. Ini merupakan situs tambahan yang konon lokasinya semula di daerah Pandaan, berpindah sendiri ke Indrakila. (hrj/hrj).

Komentar Anda

Komentar

Menuju Gunung Indrakila Alas Panji Lali Jiwo

Jejak Sejarah Meredup Karena Arca-arca Hilang