Diduga Jadi ‘Sultan’ Dimas Kanjeng, Dodi Pernah Pamer Uang Sekoper

0
78

Beji (wartabromo) – Meski belum bisa dipastikan kebenarannya telah membawa dan menyimpan uang mahar Rp. 1 Triliun milik Dimas Kanjeng Taat Pribadi.

Namun, jauh sebelum kasus Dimas Kanjeng Taat Pribadi mencuat, Dodi Wahyudi beberapa kali pernah memamerkan uang miliknya yang disimpan di dalam koper melalui pesan pribadi WhatsApp. Uang tersebut terdiri atas pecahan ratusan dalam bentuk mata uang rupiah dan Dollar.

Selain itu, pria yang tinggal di Dusun Pajejeran Desa Gunung Gangsir Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan tersebut juga kerap Plesiran ke luar negeri.

Dimas KanjengKepala Desa Gunung Gangsir, Dewi Noer Alifah mengatakan, dirinya mengenal baik pria yang disebut sebagai salah satu ‘Sultan’ Dimas Kanjeng Taat Pribadi dan membawa uang mahar mencapai Rp. 1 Triliun tersebut. Pasalnya, Dodi Wahyudi merupakan salah satu tim sukses pemenangan dirinya saat maju sebagai calon Kepala Desa sekitar 1 tahun yang lalu.

“Dia itu tim sukses saya, ” kata Dewi.

Meski demikian, lanjutnya, dirinya tidak tahu persis keterlibatannya dengan padepokan Dimas Kanjeng di Probolinggo lantaran tak pernah menyebut atau bercerita tentang Dimas Kanjeng.

“Gak pernah bercerita. Tapi kalau kaya, Iya. Dia pernah menunjukkan kepada saya uangnya di dalam Koper. Kadang saya lihat foto-foto nya sering rekreasinya ke luar negeri, ” lanjut Dewi.

Dirinya menuturkan, pernah beberapa kali ke rumah mewah milik Dodi Wahyudi yang berlantai tiga dan sempat ditawari untuk melihat kolam renang miliknya yang berada di lantai atas.

“Saya sempat ditawari untuk melihat kolam renangnya di lantai atas. Tapi saya gak mau, ” tuturnya.

Rumah Dodi Wahyudi sendiri berada di tengah perkampungan di Dusun Pajejeran Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan, rumah berlantai 3 yang baru dibangun tersebut terlihat sangat mewah dibandingkan rumah warga lainnya.

Hingga kini, keberadaan Dodi Wahyudi masih belum diketahui, wartawan maupun pihak kepolisian yang ingin meminta keterangan terkait kebenaran pernyataan Dimas Kanjeng kesulitan untuk menemuinya. (yog/yog)