13:41 - Senin, 16 Juli 2018
Rabu, 19 Oktober 2016 | 20:20

Walikota Setiyono Sidak Penertiban PKL

Pasuruan (wartabromo) – Ratusan pedagang kaki lima (PKL) yang biasa berada di sekitar Alun-alun Kota Pasuruan ditertibkan dan dipindahkan sejak beberapa hari lalu.

Sempat muncul riak-riak kecil sebagai bentuk ketidak puasan para pedagang, hingga memaksa Walikota Pasuruan, Setiyono untuk turun langsung ke lapangan melakukan sidak, Rabu (19/10/2016).

“Penertiban dan pemindahan PKL ini untuk penataan Alun-alun dan sekitarnya. Agar wajah Kota Pasuruan ini nampak indah dan asri serta tidak semrawut,” tandas Setiyono.

PKL yang dipindah dan ditertibkan itu mencapai 144 pedagang. Mereka ditata kembali dan disediakan tempat di sejumlah titik yang masih ada di sekitar kawasan Alun-alun Kota Pasuruan. Di antaranya Pasar Poncol, Jl Wiroguno serta kompleks water tower (patledeng) bekas Kantor Dinas Perhubungan.

“Yang difasilitasi hanya pedagang PKL lama yang sudah terdaftar, sekitar 144 pedagang. Kalau muncul tambahan hingga mencapai 236 pedagang, ini akal-akalan saja. Pasti sebelumnya mereka tidak berjualan di sekitar Alun-alun, mereka itu harus kembali ke tempat asalnya berjualan,” ujar Setiyono.

Setiyono dalam sidak yang didampingi Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait, seperti Satpol PP, Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan serta Dinas PU Cipta Karya, langsung mengajak untuk dilakukan penataan.

Sejumlah petugas dari SKPD-SKPD terkait, seketika itu juga melakukan pengukuran untuk lokasi berjualan pedagang, baik di dalam komplek Pasar Poncol maupun kawasan patledeng.

“Kami menjalankan tugas yang diperintahkan Walikota Pasuruan untuk melakukan penataan. Tempat-tempat yang sudah diputuskan oleh walikota, akan dibagi untuk para pedagang. Sehingga pedagang tidak lagi berjualan di Alun-alun,” tegas Kasatpol PP, Junus Iljas (fyd/fyd).

Masih Nganggur, 8000 Anak Lulusan SMA Berebut Kerja

Mulai Penataan, PKL Tanpa Dipungut Retribusi