“Jika Persekabpas Juara, Kami Janji Rajin Sholat”

0
74

Bagi Sakera Mania, tahun 2006 tak akan pernah dilupakan. Di tahun ini tim kesayangan mereka Persekabpas mampu mencuri perhatian publik sepakbola nasional dan menganggu dominasi tim-tim tradisional seperti Persib Bandung, Persija Jakarta, PSM Makassar, PSIS Semarang dan tim tangguh lainnya.

IMG_20161021_085629Tim ‘kuda hitam’ ini bahkan berhasil menembus babak delapan besar LI XII 2006 dan melaju sampai ke babak semifinal. Meski di babak semi final ditumbangkan PSIS Semarang dengan skor tipis 1 – 0, keberhasilan Persekabpas menembus jajaran elit sepakbola nasioanal menjadikan tim yang bermarkas di Stadion Pogar, Bangil, Kabupaten Pasuruan ini sangat disegani.

Di LI XIII 2007, klub-klub sepakbola sudah tak diperbolehkan menggunakan APBD. Persekabpas pun terkena imbas dari regulasi baru tersebut. Masalah finansial ini kemudian diikuti hengkangnya sejumlah pemain kunci. Era Persekabpas sebagai ‘kuda hitam’ Liga Indonesia pun berakhir.

Kecemerlangan Persekabpas mulai pudar. Berangsur-angsur nama besarnya meredup. Dengan pemain seadannya, tim ini tak mampu bertahan dalam kerasnya persaingan LI XIII 2007 dan akhirnya tidak masuk ke ISL musim berikutnya. Sempat berkutat di Divisi Utama, dan juga Divisi I, saat ini Persekabpas bermain di Liga Nusantara.

Meski demikian, Sakera Mania tak pernah berhenti mencintai tim. Mereka masih datang ke Stadion Pogar mendukung Persekabpas setiap kali mereka bermain. Masa-masa kejayaan Persekabpas tetap berdenyut di jantung para suporter. Mereka terus bermimpi, tim kesanyangannya kembali bangkit dan kembali merangsek jajaran elit sepakbola nasional.

Selain mendorong suporter datang ke stadion, harapan kuat agar Persekabpas kembali bangkit muncul dalam berbagai ekspresi. Salah satunya yang paling menyita perhatian adalah coretan dinding di bawah jembatan tol Gempol-Bangil, tepatnya di Desa Gunung Gangsir, Kecamatan Beji yang berbunyi: “Jika Persekabpas Juara Kami Janji Rajin Sholat.”

Coretan tersebut mewakili tingginya harapan suporter menyaksikan klub pujaannya kembali ‘meledak’ di kompetisi utama negeri ini. Tentu saja coretan di dinding itu hanya satu diantara banyak ekspresi yang muncul dari rasa cinta yang mendalam untuk Persekabpas.

Ti amo, Persekabpas!

 

Penulis: Gesang Arif Subagyo