15:08 - Sabtu, 20 Oktober 0857
Jumat, 6 Januari 2017 | 14:04

‘Jembatan Baru Margo Utomo Bisa Tenangkan Anak Kala Rewel’

Pasuruan (wartabromo.com) – Meskipun belum diresmikan, Jembatan Margo Utomo Kota Pasuruan sudah bisa dilewati oleh semua kendaraan. Uniknya lagi, jembatan tersebut dijadikan tempat refreshing oleh warga sekitar maupun pengendara yang melintas.

Nanang (43), salah satu warga Kebonagung mengaku, hampir setiap sore selalu membawa dua orang anaknya untuk sekedar menikmati jembatan yang baru dibuka tanggal 27 desember 2016 lalu.

“Kalau anak saya rewel, mesti saya bawa ke sini, pasti langsung senang. Selain jembatannya besar, anak-anak juga bisa melihat sungai dari atas,” ungkapnya.

Hanya saja, Nanang tidak berani untuk membebaskan kedua putrinya berlari-lari di pinggir jembatan, lantaran di pagar jembatan yang memiliki panjang 25 meter dan lebar 7 meter itu, hanya dipasang tali tambang.

margo utomo

ft. Moch Irfan Syuhudi

“Kalau orang dewasa sih gak papa, tapi kalau anak-anak bahaya mas, bisa jatuh meskipun pegang tampar,” imbuhnya.

Sementara itu, M Agus Fajar, Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum Kota Pasuruan menjelaskan, pembangunan jembatan yang dimulai pada 9 September 2016 tersebut sudah selesai sebelum batas akhir pembangunan, yakni 31 Desember 2016. Anggarannya pun tak tanggung-tanggung, yakni mencapai Rp 5,9 Milyar yang diambil dari APBD Kota Pasuruan tahun 2016.

“Alhamdulilah jembatan sudah bisa dilewati, baik kendaraan kecil maupun kendaraan bertonase besar seperti truk dan sejenisnya. Untuk masalah keamanan jembatan khususnya bagi anak-anak, sementara kita pasang tali tampar dengan harapan agar warga juga tetap berhati-hati apabila membawa anak-anak yang masih kecil,” kata Agus.

Selain keamanan jembatan, Dinas PU Kota Pasuruan juga akan membuat drainase atau saluran air, khususnya di timur jembatan. Hal itu dilakukan untuk mengatasi genangan air akibat belum adanya pembuangan air yang sempurna.

“Untuk sementara kita buatkan saluran darurat, karna ini masih musim penghujan. Ke depan, ketika sudah kemarau, maka kita rencanakan untuk membuat saluran air yang representatif,” akunya. (ron/yog)

Komentar Anda

Komentar

Filed in

Wisatawan Asing Nikmati Wisata Bangunan Kuno di Probolinggo

Kisah Laskar Sedekah yang Rutin Tebar Nasi Bungkus