Walikota Pasuruan Ingin Jadikan UPT Pengembangan Benih Holtikultura Sebagai Wisata Agro

0
4

Pasuruan (wartabromo.com) – Walikota Pasuruan Setiyono ingin menjadikan UPT Pengembangan Benih Hortikultura di Jalan Urip Sumoharjo Kelurahan Pohjentrek Kecamatan Purworejo Kota Pasuruan sebagai Kawasan Wisata Agro, khususnya Mangga.

Menurut Setiyono, kawasan UPT benih holtikultura tersebut memiliki potensi yang sangat luar biasa, khususnya dalam pengembangan sentra buah dan sayuran. Namun sayangnya, potensi tersebut dibiarkan begitu saja, meskipun secara kewenangan, UPT Pengembangan Benih Hortikultura Pohjentrek merupakan aset Pemprov Jawa Timur.

“Saya yakin banyak warga Kota Pasuruan yang belum tahu tentang UPT ini. Tahunya Kebun Mangga itu saja. Padahal kalau kita masuk, di sini ini sentranya mangga, bahkan ada indukan pohon mangga yang usianya sudah sangat lama, dan lengkap dengan ribuan pohonnya. Untuk itu, saya ingin bekerja sama menjadikan UPT ini sebagai jujukan wisata, contohnya petik mangga dan sebagainya,” katanya.

IMG_0043

Untuk merealisasikan keinginannya, Setiyono akan berkoordinasi dengan Gubernur Jawa Timur perihal kerja sama pemanfaatan UPT yang usianya sudah ratusan tahun itu.

“Dalam waktu dekat saya akan menghadap Pak Gubernur untuk menanyakan apakah bisa UPT ini dikerjasamakan. Eman-eaman (sayang sekali) kalau hanya seperti ini. Saya ingin masyarakat Pasuruan melihat bahwa UPT ini banyak sekali kegunaaannya. Bisa dijadikan sentra pertanian dan perkebunan, penelitian, wisata edukatif dan kunjungan lainnya,” imbuhnya.

Sementara itu, menanggapi keinginan Pemerintah Kota Pasuruan, Kepala UPT setempat, Koemawi mengaku menyerahkan semua keputusan kepada BPAKD (Badan Pengolahan  Aset dan Keuangan Daerah) Pemprov Jawa Timur. Hal itu dilakukan lantaran UPT Pengembangan Benih Hortikultura Pasuruan hanya sebagai pelaksana alias kepanjangan tangan dari Pemprov Jawa Timur.

“Intinya kami sangat senang dengan ide brillian Pak Walikota. Akan tetapi, kami tidak bisa mengambil kesimpulan apa-apa, lantaran kami hanya sebagai pelaksana saja. Kalau Pak Gubernur menyetujui, ya kita laksanakan, kalau tidak ya kami tidak bisa membantu banyak,” jelasnya. (mil/yog)