Apel Bela Ulama, Bupati Pasuruan Berorasi sebagai Komandan Banser

0
101

Pohjentrek (wartabromo) – Apel Kesetiaan Kepada Ulama dan Bangsa yang digelar di halaman Kantor PCNU Kabupaten Pasuruan dihadiri oleh Bupati Pasuruan, Kapolres Pasuruan Kota, Kapolres Pasuruan, Ketua DPRD serta para tokoh, ulama dan Habaib Se-Kabupaten Pasuruan.

Menariknya, saat mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan sambutannya sebagai Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf berpidato sambil duduk.

“Sebagai Pemimpin, saya mengucapkan terimakasih kepada para kyai dan Habaib. Kami semua akan mengambil hikmah dari kejadian demi kejadian. Kami sangat membutuhkan dawuh – dawuh dari para kyai. Kami sangat berterima kasih karena setiap kali diingatkan. Sebagai Pemimpin daerah, kami selalu ingin memberikan pelayanan sebaik – baiknya kepada masyarakat. Kami terus berupaya,” kata Irsyad yang saat itu mengenakan sarung dan jas abu – abu.

Selang beberapa menit kemudian, Irsyad tiba – tiba memohon ijin untuk berdiri. Tepat di depan panggung itu puluhan Banser duduk berjajar di barisan paling depan. Mereka berseragam lengkap dan berulang kali memekikkan ujaran penuh semangat. Sementara di belakang barisan Banser, para pendekar pagar Nusa duduk bersila berjajar.

IMG-20170205-WA0013

“Ngapunten Poro Kyai (mohon maaf kyai, red). Saya ijin berdiri karena Saya juga Komandan Banser jadi harus memberikan semangat agar Banser tetap berada di garis depan membentengi ulama, ” kata Irsyad memulai orasinya.

“Siap jadi Benteng Ulama! ” Teriaknya.

“Siap!!” jawaban itu pun membuat suasana halaman PCNU menjadi cukup bergelora.

Menurut Irsyad, sejak beberapa hari terakhir, banyak anggota Banser yang berkeinginan kuat untuk segera pergi ke Jakarta menyusul kegelisahan atas kejadian persidangan kasus dugaan penistaan agama di Jakarta saat menghadirkan KH. Ma’ruf Amin sebagai Saksi.

“Banyak yang ingin segera berangkat ke Jakarta. Gak tau pengen lihat Monas atau apa, ” kata Irsyad diselingi canda.

Sebagai Komandan Satkorcab Banser Kabupaten Pasuruan, pihaknya senantiasa berharap agar Banser selalu siap untuk bergerak demi menjaga keutuhan NKRI serta menjadi garda terdepan benteng ulama.

“Bagi Banser NKRI Harga Mati, ” kata Irsyad.

Banser Kabupaten Pasuruan sendiri, sesuai instruksi Pimpinan Pusat GP Ansor saat ini sedang siaga 1 untuk satu komando terhadap kejadian yang tidak diinginkan termasuk di Jakarta.

Seperti diwartakan sebelumnya, ribuan warga Nahdliyyin menghadiri kegiatan Apel Kesetiaan Kepada Ulama dan Bangsa di halaman Kantor PCNU Kabupaten Pasuruan, Minggu (5/2/2017) pagi. Pada kesempatan tersebut, PCNU Kabupaten Pasuruan menyatakan sikap atas tindakan Pengacara dan sikap Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok terhadap KH. Ma’ruf Amin yang dianggap telah menyinggung perasaan Nahdliyin. (yog/yog)