Jadi Penjual Jamu Gendong, Nenek Samsinah Mampu Kuliahkan Dua Anaknya

0
3

Purwosari (wartabromo.com) – Usia boleh tua, namun Samsinah (56) warga Desa Sengonagung, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan, meskipun tidak lantas memilih untuk hanya berpangku tangan, melainkan ia memilih untuk terus mencari nafkah sendiri dengan menjadi seorang tukang jamu gendong keliling.

Samsinah menekuni profesi sebagai seorang penjual jamu gendong bisa dikatakan cukup lama. Pasalnya, ia menjual jamu gendong sudah hampir 36 tahun. Bahkan dari hasil menjual jamu gendong tersebut, kini ia sudah berhasil menyekolahkan dua orang anaknya hingga ke bangku kuliah.

“Berapa tahun ya mas, pokoknya saya berjualan itu sejak saya berumur 20 tahun,” kata Samsinah kepada wartabromo.com, Jumat (3/2/2017) ditengah kesibukannya melayani pembeli.

IMG-20170205-WA0032-650x400

Jamu yang ia jual adalah hasil buatannya sendiri. Setiap sore setelah berjualan, ia bergegas untuk meracik jamu yang akan dijualnya esok hari. Namun, ketika ia merasa letih tak jarang ia baru membuat jamu ke-esokan harinya.

“Iya ngeracik sendiri dirumah setelah pulang kerja,” katanya.

Tiap harinya, iya berkeliling berjalan kaki menyusuri setiap sudut disekitar Purwosari untuk menjajakan jamunya. Dari hasil jerih payahnya itu, ia mendapatkan upah sebesar Rp. 50 ribu perharinya. Yang kemudian ia sisihkan untuk menyekolahkan dua orang anaknya yang kini duduk di bangku kuliah di Malang.

“Keliling-keliling disini aja. Kalau penghasilan ya cukuplah,” tuturnya.

Nenek Samsinah tinggal di Sengonagung seorang diri tanpa ada yang menemani. Namun, kesendirian tersebut bukan berarti ia tidak mempunyai suami, melainkan suami dan 5 anaknya tinggal di Kota dimana ia berasal yakni Solo, Jawa Tengah.

Ia mengaku, datang ke wilayah Pasuruan hanya untuk membuka usaha jualan jamu gendong. Pasalnya, di daerah asal nenek Samsinah tinggal sudah banyak yang menekuni profesi tersebut.

“Iya untuk usaha ini, soalnya di daerah saya sudah banyak yang jualan jamu seperti saya,” tuturnya. (ros/yog)