Dianggap Penyakit Kutukan, Polres Pilih Bawa Nuraini Berobat ke Rumah Sakit

0
67

Banyuanyar (wartabromo.com) – Satuan Pembinaan Masyarakat (Sat Binmas) Polres Probolinggo akhirnya membawa Nuraini  (21), yang menderita kelainan kulit ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waluyojati Kraksaan untuk mendapat perawatan lebih lanjut.

Sat Binmas bersama Muspika Banyuanyar Jumat (10/2/2017) siang, membawa gadis piatu itu ke rumah sakit. Pasalnya, pihak keluarga Nuraini bersikukuh merawat gadis itu di rumahnya. Sementara, di masyarakat beredar isu Nuraini menderita penyakit kutukan (Kusta / lepra) dan menjadi pergunjingan.

“Kami memberi pengertian kepada keluarga bahwa penyakit yang diderita Nuraini perlu penanganan medis. Jadi kami mendorong agar dia mendapat perawatan dan diketahui penyebab penyakitnya. Sehingga stigma negatif itu terbantahkan,” ujar Kasat Binmas Polres Probolinggo AKP. Hendrix Kusuma Wardana.

IMG-20170210-WA0063

Setiba di rumah sakit, putri tunggal pasangan Almarhum Suparman dan Kasmita ini, langsung mendapat perawatan di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Oleh dokter, Nuraini didiagnosis menderita Stephen Jhonson Syndrome (SJS) yakni penyakit perubahan warna kulit akibat efek samping konsumsi obat.

Penyakit ini diduga karena Nuraini efek samping dari obat epilepsi (Psoriasis) yang dideritanya sejak kecil. Berdasarkan rekam medisnya, selama 4 hari terakhir Nuraini menjalani perawatan rutin di Puskesmas Banyuanyar.

“Diagnosa awal ia diduga alergi obat epilepsi yang dikonsumsinya. Setelah dari IGD pasien, akan kami ke ruang perawatan untuk rawat inap. Nanti dilakukan observasi oleh dokter spesialis. Bisa disembuhkan, bisa dalam waktu seminggu atau minggu tergantung respon pasien,” ujar dr. Sofie Giantari, dokter jaga IGD.

Sementara itu, Camat Banyuanyar Didik Abdur Rohim membantah bahwa RSUD Waluyojati Kraksaan pernah menolak Nuraini saat berobat pada September 2016 lalu.

“Pada waktu itu, pada saat itu Nuraini mengantar Suhani (bibinya) yang menderita penyakit lambung berobat. Ia kemudian juga ikut berobat, namun karena tidak membawa surat-surat yang lengkap, oleh petugas disarankan untuk melengkapinya. Tidak benar ditolak oleh rumah sakit,” katanya.(saw/saw)