Kulit Gadis Yatim ini Mengelupas Mengeras dan Bersisik Seperti Ular

0
192

Banyuanyar (wartabromo.com) – Seorang gadis bernama Nuraini  (21), warga Desa Gunung Geni, Kecamatan Banyuanyar, menderita kelainan kulit yang cukup mengerikan. Kulit tubuhnya mengeras, pecah-pecah dan mengelupas sehingga bersisik seperti ular.

Kondisi tubuh putri tunggal pasangan Kasmita (44) dan almarhum Suparman ini, tampak berbeda dengan gadis lainnya. Kelainan kulit yang dideritanya menyebar merata di sekujur tubuhnya, mulai wajah, tangan, badan hingga telapak kaki. Matanya memerah dan bibirnya pecah-pecah.

Menurut sang ibunda, penyakit Nuraini ini diawali dengan panas tinggi selama seminggu. Panas tinggi itu kemudian membuatnya kejang-kejang dan muncul bercak merah muka. Penyakit yang muncul sejak awal Februari itu, semakin parah.

IMG-20170210-WA0065

“Kami bawa dia ke pengobatan alternatif, tapi tidak sembuh. Kemudian memanggil bidan dan diberi salep kulit,” tuturnya Kasmita kepada wartabromo.com, Jumat (10/2/2017).

Oleh bidan setempat, ia kemudian diminta untuk berobat ke rumah sakit. Namun, keluarga tetap kukuh untuk diobati alternatif, apalagi kulitnya sudah mulai mengering. “Kami yakin dia sembuh. Apalagi neneknya pandai mengobati berbagai penyakit,” imbuh Suhani, bibi Nuraini.

Kondisi kulit Nuraini yang bersisik membuat warga sekitar menyangka ia menderita penyakit kusta atau lepra. Namun, anggapan itu dibantah oleh petugas kesehatan setempat. “Bukan penyakit kusta. Karena sejak 4 tahun terakhir, Nuraini ini rutin menjalani pengobatan untuk penyakit kejangnya. Terakhir kontrol pada 30 Januari lalu. Namun untuk penyakitnya yang sekarang perlu dokter spesialis yang menanganinya,” bantah Kepala Puskesmas Banyuanyar Drg. Kurnia Indah.

Sementara itu, Kepala Desa Gunung Geni M. Aly menyesalkan sikap beberapa warga yang menuduh Nuraini punya penyakit kusta dan menyebarkannya via media sosial. “Sangat disesalkan, karena mereka tidak tahu penyakitnya seperti apa. Apalagi dikatakan telah ditelantarkan, karena saya juga pernah sudah meminta keluarga ke rumah sakit, namun tidak mau,” katanya. (saw/saw)