Petani Probolinggo Kembangkan Edamame Organik

0
220

Gending (wartabromo) – Cuaca yang cukup ekstrim menjadi momok yang menakutkan bagi petani di Probolinggo. Menyiasati cuaca ekstrim, petani di Desa Bulang memilih menanam kedelai Jepang (Edamame) dari pada menanam padi atau bawang. Edamame yang dikembangkan pun menggunakan pupuk organik.

Salah satunya adalah Imam Rosyidi (45), yang mengembangkan edamame di lahan seluas 1 hektare yang disewanya. Pilihan Imam Rosyidi tak salah, dari satu hektare lahan itu, dalam waktu dua bulan saja petani bisa menghasilkan 8 ton edamame. Dengan harga jual Rp. 6 ribu per kg di tingkat petani, ia mampu mendapat penghasilan kotor Rp. 48 juta.

Ia mengatakan untuk budidaya selama dua bulan itu, Imam Rosyidi menghabiskan dana senilai Rp.21 juta. Dana ini digunakan untuk sewa lahan, pembelian pupuk organik, dan pekerja. “Lumayanlah hasilnya. Dibanding dengan nanam padi, budidaya edamame ini lebih menghasilkan,” tuturnya.

IMG-20170214-WA0049

Namun, budidaya edamame yang dikembangkan Imam bisa dibilang tidak mudah. Pasalnya, kondisi tanah persawahan di desa ini, tidak bersahabat dengan jenis tanaman kedelai. Bahkan, pada saat awal tanam, ia ditertawakan oleh warga dan petani lainnya.

“Dari pengalaman saya sebagai petani, tanah disini tidak cocok dengan kedelai. Setiap tanam pasti tidak berkembang dan mati, karena tanahnya becek,” ujarnya.

Menurut Made Kumuda, Konsultan Marketing PT. Nongguan Biotek Indonesia, tanaman edamame idealnya ditanam di kawasan dengan ketinggian diatas 200 mdpl. Sementara wilayah Gending hanya berada diketinggian 50 mdpl dan berada di pesisir pantai yang bersuhu panas.

Sehingga, perlu penanganan ekstra agar budidaya kedelai Jepang tersebut dapat tumbuh dengan optimal. Salah satunya dengan penggunaan pupuk organik atau bio organik dengan tujuan tanah yang akan ditanami gembur. Selain itu pH (pangkat hidrogen) tanah dijaga dalam skala 5,8 hingga 7.

“Perkembangannya optimal dan dapat berbuah dengan baik. Dengan menggunakan pupuk organik agar pertumbuhannya maksimal. Selain itu rasanya lebih gurih dan manis dibanding non organik,” terangnya. (saw/saw)