Dinas Kelautan dan Perikanan Probolinggo Mencari Lokasi Penyu Hijau Bertelur

0
5

Gending (wartabromo.com) – Dinas Kelautan dan Perikanan (Diskanla) Kabupaten Probolinggo, menyelidiki kemungkinan penyu hijau yang terdampar di perairan pantai Pesisir, bertelur di wilayahnya. Pasalnya, kemunculan hewan yang dilindungi ini bukan pertama kali terjadi di perairan Gending.

Kepala Diskanla setempat, Dedy Isfandi, mengatakan pihaknya kini berupaya mencari lokasi, dimana penyu hijau biasanya bertelur. Baik di sekitar pantai Desa Pesisir maupun sepanjang pantai di Kabupaten Probolinggo. Berdasarkan catatan Diskanla, kejadian terdamparnya penyu hijau di perairan Kabupaten Probolinggo beberapa waktu lalu bukanlah yang pertama. Sekitar tahun 2008, juga ditemukan penyu hijau di pantai Desa Curahsawo, Kecamatan Gending.

Berdasarkan penuturan Dedy, ada 6 jenis penyu laut yang di lindungi, berada di Indonesia, yakni penyu blimbing, penyu hijau, dan penyu sisik. “Kemungkinan di Probolinggo, merupakan tempat endemik atau tempat berkembang biaknya penyu hijau. Karena sifat alamivpenyu, akan kembali bertelur dimana dirinya dilahirkan,” ujarnya Minggu, (19/2/2017).

IMG-20170215-WA0156

Selain itu, ekosistem di perairan Kabupaten Probolinggo sangat terjaga dan baik. Sehingga, memungkinkan tersedianya plankton dan ikan kecil yang melimpah. Faktor wilayah perairan Probolinggo yang berada di selat Madura, masuk dalam ketegori perairan sub tropis yang hangat. Kondisi ini, membuat perairan pesisir Probolinggo menjadi tempat favorit migrasi satwa laut.

“Kami memang sengaja memperbaiki ekosistem laut itu, sejak belasan tahun terakhir. Karena sebelumnya sempat rusak. Mungkin karena ketersediaan makanan itulah, yang akhirnya mengundang satwa endemis lainnya untuk datang ke perairan Probolinggo, seperti hiu pilot, hiu paus, dan yang terakhir penyu hijau kemarin,” klaimnya.

Hingga kini, Diskanla masih mencari tahu, dimana tempat biasanya para penyu hijau bertelur.

“Sehingga bukan tidak mungkin Probolinggo akan memiliki balai konservasi penyu hijau seperti di pulau Merah Banyuwangi. Ini semua kami lakukan untuk menjaga kelestarian alam, serta menjaga keberadaan satwa yang dilindungi, agar dapat dinikmati anak cucu kita,” pungkas Dedy. (saw/saw)