TNI-Polri dan Umat Berkumpul di Haul Muassis Thoriqoh, Gus Ipul : Ini Menusantara

0
88

Pasuruan (wartabromo.com) – Ribuan jamaah dari berbagai daerah menghadiri Haul Akbar ke 10 Muassis Thoriqoh dan Masyayikh Pondok Pesantren di Pendopo Nyaweji Ngesti Wenganing Gusti Pemerintah Kabupaten Pasuruan, Minggu (19/02) malam.

Selain para jamaah nahdhiyin, haul tersebut juga dihadiri Habib Lutfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya, Rois Am Idaroh Aliyah Jam’iyah Ahluttoriqoh Al Muktabaroh An Nahdhiyah Jajaran Pengurus Syuria PBNU, KH Ali Ridho Hasyim selaku Rois I’daroh Tsu’biyah NU, KH Nawawi Abdul Djalil, Pengasuh Ponpes Sidogiri, Wakil Gubernur Jawa Timur, Syaifullah Yusuf, Bupati Pasuruan, HM Irsyad Yusuf dan Wakil Bupati, Riang Kulup Prayudha, hingga seluruh Muspida di Pasuruan.

Dari pantauan di lapangan, haul yang dimulai sejak pukul 19.00 WIB itu diawali dengan pembacaan sholawat nabi, Maulid Simtudurror, Tahlil Habib Hasan bin Hud al Habsyi, serta pembacaan Manaqib Muassis Thoriqoh.

IMG-20170219-WA0134_1487517916448

Wakil Gubernur Jatim, Syaifullah Yusuf mengatakan, haul akbar ke 10 Muassis Thoriqoh dan Masyayikh Ponpes PCNU Kabupaten Pasuruan merupakan malam yang benar-benar menusantara. Pasalnya, seluruh elemen masyarakat berkumpul, mulai dari TNI, Polri, Pemerintah Daerah, Tokoh Masyarakat dan alim ulama, hingga umat islam itu sendiri.

“Saya ikut bahagia bisa hadir pada malam hari ini. Ini benar – benar Menusantara. karena semuanya berkumpul menjadi satu yang ingin mendapatkan rahmad dari Allah SWT. Semoga acara ini mendapatkan berkah dariNya,” kata Syaifullah dalam sambutannya.

Ditambahkannya, Haul Akbar kali ini juga menjadi ajang untuk mendapatkan tiga hal, yakni ilmu yang bermanfaat, keberkahan hidup, serta menjadi pribadi sholeh dan sholehah.

“Saya yakin Allah SWT akan memberikan banyak kemudahan untuk kita yang selalu taat kepada para kyai atau ulama,” kata Gus Ipul itu.

Sementara itu, di akhir acara, Habib Lutfi Bin Yahya mengajak semua umat islam untuk kembali kepada Allah SWT, serta menjaga persatuan dan kesatuan Republik Indonesia.

“Indonesi Raya harus kita dengungkan ke mana-mana. Jangan sampai rasa persaudaraan kita terpecah belah oleh ajaran atau godaan apapun yang membuat kita bercerai berai. Mari kita mendekat kepada Allah SWT, memohon doa untuk keselamatan bangsa dan negara kita, ” ujar Habib Lutfi dalam tausiahnya. (mil/yog)