Waspada Cabe Impor Masuk Pasuruan, Disperindag Minta Kepala Pasar Pantau Pedagang

0
59

Bangil (wartabromo.com) – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Pasuruan akan memantau dan mengawasi terhadap masuknya cabe impor dari luar negeri,

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Edy Suwanto mengatakan, Disperindag akan bertanggung jawab atas wilayah pasar di Kabupaten Pasuruan agar tidak kecolongan dengan masuknya cabe impor. Karenanya, pihaknya memerintahkan seluruh kepala pasar untuk segera melaporkan jika ada pedagang yang menjual cabe impor.

“Kita bukan melarang orang berjualan cabe, tetapi kalau bisa yang di jual cabe lokal saja. Mengingat berdasar banyak laporan bahwa cabe impor banyak yang terinfeksi bakteri Patogen,” terang Edy Suwanto.

IMG-20170224-WA0132

Antisipasi masuknya cabe import di maksudkan untuk meminimalisir penyakit yang dibawa dalam kandungan cabe asal luar negeri, salah satunya yang ada dalam cabe import adalah bakteri Patogen.

Dalam pengertiannya bakteri patogen jika dikonsumsi oleh manusia bisa menggerogoti ketahanan tubuh, dan penyakit yang di timbulkan diantaranya penyakit typus, flu yang bisa menular, dan jika parah bisa jiga menyerang paru.

Disperindag Kabupaten Pasuruan tidak mau kecolongan dengan masuknya cabe import dan pengawasan pada setiap pasar akan di perketat, pasalnya cabe impor yang berasal dari China sudah masuk ke pasar agrobis Porong Kabupaten Sidoarjo.

“Jarak antara Pasuruan dengan pasar agrobis Porong Sidoarjo tak lebih dari 2 kilometer, dan kemungkinan masuknya cabe impor sangat dimungkinkan. Makanya kita saat ini langsung bergerak untuk melakulan pengawasan langsung di lapangan,” lanjut Edy Suwanto.

Edy juga mengingatkan, pembeli di pasar jangan tergiur dengan harga murahnya cabe impor, namun faktor kesehatan dan efek yang di timbulkannya juga harus di perhitungkan.

Ciri-ciri yang membedakan antara cabe impor dengan cabe lokal ialah, kalau cabe impor itu kering seperti cabe habis di jemur, sedangkan cabe lokal kulitnya lebih tebal dan masih terlihat segar. (har/yog)