Lakukan Galian dan Membahayakan, Proyek Fiber Optik di Purwosari Dikeluhkan

0
136

Purwosari (wartabromo.com) – Sejak beberapa hari terakhir, keberadaan tanah galian proyek Fiber Optik (FO) yang dilakukan oleh PT Merbau dikeluhkan menyusul tanah bekas galian tersebut acapkali meluber ke aspal dan dapat membahayakan pengguna jalan terutama saat turun hujan.

Pantauan wartabromo.com, tanah galian Fiber Optik (FO), yang seharusnya berjarak 1 meter dari bibir aspal malah meluber kebibir aspal hingga mendapat keluhan dari warga yang lewat.

Sugiono, warga Protong, Kelurahan Purwosari, Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan mengaku resah dengan aktifitas proyek tersebut. Pasalnya, di sejumlah titik, saat hujan turun tanah bekas galiannya meluber ke jalan.

“Proyek penggalian fiber optik (FO) dan aktifitas proyek perataan tanah membuat saya hati-hati dalam berkendara, apalagi waktu malam hari dan ditambah lagi jika kondisi hujan,” ujar Sugiono warga asal Protong, kelurahan Purwosari, Sabtu (25/2/2017).

IMG-20170225-WA0081_1488024280824

Hal yang sama disampaikan Syaifudin seorang tukang ojek yang mangkal di pertigaan Martopuro, masalah biasanya timbul setelah proyek selesai, yakni tanah ambles apabila ada truck yang parkir di bahu jalan, apalagi setelah jalan raya terguyur hujan.

“Saat ini sih masih belum ada kban yang jatuh, tapi kalo sudah selesai proyek ya gitu tanahnya ambles,” jelasnya.

Sementara itu saat dikonfirmasi terkait perijinan proyek penggalian fiber optik (FO), Camat Purwosari Eka Wara B mengatakan, bahwa sampai saat ini pihak pelaksana proyek penggalian FO belum menyerahkan pemberitahuan berkas perijinan proyek dari Pemda kepada pihak kecamatan serta dokumen-dokumen lain menyangkut proyek.

“Hari senin lalu kami sudah memanggil pihak pelaksana proyek penggalian FO tersebut, jika masih belum ditunjukan berkas perijinannya yang diterima dari pemda, terpaksa proyek penggalian FO tersebut akan kami tutup sampai bisa menunjukan ijin, “kata Eka.

Menurutnya, pihaknya khawatir bila terjadi apa-apa akibat pelaksanaan proyek tersebut lantaran pihak kecamatan tidak mengetahuinya.

“Kami tidak mau apabila pihak kecamatan disalahkan,” ungkapnya. (ros/yog)