Warga Tamansari Swadaya Perbaiki Jalur Alternatif Pantura

0
4

Dringu (wartabromo.com) –  Bukan hanya kondisi jalan pantura Probolinggo-Situbondo yang amburadul, jalan alternatifpun juga rusak. Salah satunya ruas Desa Tamansari, Kecamatan Dringu menuju Kecamatan Leces. Warga yang geram dengan sikap Pemerintah Daerah Kabupaten Probolinggo, melakukan swadaya perbaikan jalan.

Senin (27/2/2017) pagi, puluhan warga Desa Tamansari, melakukan perbaikan jalan. Caranya jalan yang berlubang ditambal dengan campuran semen dan pasir. Perbaikan dilakukan sepanjang lebih kurang lima kilometer, dari Desa Tamansari, ke Desa Ngepoh. Meski cukup jauh, namun, warga hanya memilih jalan berlubang saja.

Material bangunan ini dibeli dari dana yang didapat dari swadaya warga, dermawan dan pengguna jalan yang melintas. Warga sampai melakukan swadaya seperti itu, karena sangat kesal dengan pemerintah yang seolah-olah tutup mata.

“Bertahun-tahun rusak, tidak ada perbaikan yang dilakukan. Sehingga kami sangat prihatin dan bergerak untuk membenahi sendiri,” kata salah satu warga yang membenahi, Syaiful, Senin (27/2).

Ruas jalan itu menurut Saiful rusak dan berlubang, sehingga memakan korban karena terjatuh. Padahal, jalan tersebut merupakan jalur alternatif pantura dan penghubung antar kecamatan yang sangat ramai dilalui. Kerusakan itu sendiri, sudah sejak beberapa tahun terakhir.

IMG-20170227-WA0085

“Sebelumnya pihak pemerintah pernah memberikan janji pada warga. Berupa dana perbaikan sebesar 2 milyar rupiah. Tapi sampai sekarang tidak ada realisasinya, alias janji palsu,” ujarnya.

Perbaikan itupun, mendapat apresiasi dari warga yang melintas. Mereka berharap, dengan adanya perbaikan ini, pihak pemerintah tidak lagi tutup mata. Serta melakukan perbaikan permanen, sehingga kecelakaan akibat jalan yang tak layak seperti ini, tidak terulang lagi.

“Setiap hari saya melintas di jalan ini untuk kerja. Sangat tersiksa dengan banyaknya lubang yang ada, ya sering kali jatuh saat menghindari lubang. Semoga jalan ini diperbaiki secara permanen oleh pemerintah,” kata Imam Tahfif. (lai/saw)