16:09 - Tuesday, 25 July 2017
Saturday, 11 March 2017 | 09:48

Cara Sederhana dan Jitu Gagalkan Kejahatan Ala WarMo


Pasuruan (wartabromo.com) – Tindak kejahatan semakin tak terkendali ahir-ahir ini. Bukan hanya terjadi dalam film atau menjadi berita, namun sudah terjadi dan mengancam kesalamatan kita dan orang-orang terkasih. Penegakan hukum dan upaya preventif memang telah gencar dilakukan, manun di lain sisi, karena berbagai latar belakang, pelaku tindak kejahatan makin nekad melakukan aksinya.

Berikut beberapa tips sederhana namun efektif untuk menggagalkan berbagai macam tindak kejahatan yang kami rangkum dari berbagai sumber. Kenapa begitu efektif, karena trik-trik ini lebih menyerang segi psikologis pelaku tindak kejahatan.

Pertama, adalah antisipasi terhadap kejahatan begal. Kita memang tidak mungkin melawan para begal saat mereka melakukan aksinya. Namun karena para begal juga manusia, kita manfaatkan “kelemahan” sisi psikologis mereka. Salah satu langkahnya adalah, jika kita bepergian ke daerah yang rawan, usahakan membawa kayu seukuran pedang. Kita selipkan di pinggang agar nampak kita membawa senjata. Konon para pelaku juga memilih korban yang dianggap sangat lemah secara penampilan.

begal pasuruan

Jika berkendara di tempat sepi, sering-seringlah melihat spion. Jika dirasa ada yang membuntuti, jangan terlihat panik, namun segeralah melaju menuju keramaian. Jika harus melanjutan perjalanan, pilih jalur lain yang lebih aman.

Jika sampai terjadi pembegalan, sebelum begal mengambil kunci kendaraan, cabut lalu lemparkan ke arah berlawanan. Saat pelaku mengambilnya, gunakan kesempatan untuk melarikan diri. Jika memungkinkan, tatap mata pelaku. Secara psikologis tindakan itu membuat pelaku khawatir diingat wajahnya.

Bagi masyarakat yang mengetahui tindakan pembegalan, gagalkan dengan melintangkan bambu, kayu atau tali di jalan yang mereka gunakan melarikan diri. Jika mereka terjatuh dan dapat dilumpuhkan, segera lapor polisi.

Kedua, antisipasi penjambretan. Usahakan memilih bahan-bahan yang kuat saat memilih asesoris seperti tas. Jika terlanjur terjadi, berteriak dan memancing kegaduhan bisa membikin ciut sisi psikologis pelaku, dan tak menutup kemungkinan mereka tertangkap. Bisa juga dengan melemparnya dengan benda-benda di sekeliling anda dan sekaligus berteriak. Jika memungkinkan, tarik dengan tiba-tiba barang anda dari tangan mereka. Secara psikologis mereka akan terkejut dan berpikir ulang untuk merebutnya kembali. Melawan memang beresiko terhadap keselamatan jiwa, namun membunuh orang sebenarnya tidak mudah. Pelaku pemula takkan berpikir untuk melukai anda.

Ketiga, antisipasi tindak pemerkosaan dan penculikan. Jangan berjalan sendiri atau terlihat bingung di tempat asing. Jika sampai terjadi usaha pemerkosaan atau penculikan, gunakan berbagai cara untuk menyerang titik lemah pelaku seperti mata, selakangan, leher, ulu hati atau pangkal paha. Dalam ilmu bela diri, titik –titik tersebut sangat rentan apabila mendapat serangan. Jika pelaku membekap dan mengusai tubuh, halangi tubuh sebisa mungkin menempel pada tubuh pelaku. Seraya melawan, berteriak dan menatap mata pelaku bisa jadi dapat menolong.

Keempat, antisipasi hipnotis atau gendam. Karena gendam mempengaruhi alam bawah sadar, maka pikiran positif dan fokus bisa sedikit menolong. Usahakan jangan melamun di tempat rawan kejahatan seperti itu dengan mendengar musik atau membaca buku. Jangan mengadakan kontak mata dengan orang asing yang tiba-tiba sok akrab atau menawarkan makanan dan minuman. Selain itu, berdzikir dalam hati bisa menjadi benteng terhadap bahaya hipnotis yang memanfaatkan kekosongan pikiran itu. (zaq/zaq)

Komentar Anda

Komentar

Bos CV. Tulus Abadi Tersangka Korupsi Dana Bencana

Tak Ada Lahan Khusus, Penempatan Barang Bukti Kecelakaan Mulai Dikeluhkan