16:43 - Senin, 23 Oktober 2017
Kamis, 23 Maret 2017 | 14:35

Sebanyak 20 Napi Santri di Lapas II B Kota Pasuruan Diwisuda.

Pasuruan (wartabromo.com) – Jangan salah, wisuda tersebut tak seperti wisuda pada umumnya, yakni menerima ijazah dan bergelar sarjana. Akan tetapi wisuda khusus napi ini adalah mereka-mereka yang telah mengikuti pembinaan kerohanian selama 3 bulan hasil kerja sama Lapas II B Kota Pasuruan dengan Yayasan Al Wafa Bi Abdillah Jawa Timur.

Sri Susilarti, Kepala Lapas II B Kota Pasuruan mengatakan, kedua puluh napi tersebut adalah mereka-mereka yang akan bebas, sehingga diharapkan ketika sudah kembali ke masyarakat, para napi akan menjadi seseorang yang bermanfaat.

“Kalau keimanannya sudah mantap, Insya Allah begitu mereka keluar maka sudah pasti berubah dalam segala hal. Maka dari itu kami menganggap penting pembinaan mental kerohanian bagi para penghuni lapas,” katanya di sela-sela acara.

IMG-20170323-WA0071

Ditambahkannya, dalam wisuda ini, kedua puluh napi menunjukkan hasil dari pembinaan kerohanian dalam bentuk mengaji bersama, seni drama hingga qiroah alias fasih melantunkan ayat-ayat Suci Al Qur’an. Mereka tampil di hadapan tamu undangan seperti Kapolres Pasuruan Kota, AKBP Rizal Martomo, Asisten Pemerintahan Sekda Kota Pasuruan, Agus Rahmanto, Habib Umar dari Yayasan Wafa Bi Abdillah serta undangan lainnya.

“Alhamdulillah kami lega melihat mereka semua betul -betul berubah. Besar harapan kami agar ketika mereka sudah kembali ke keluargany, ilmu yang mereka dapatkan di lapas bisa mereka terapkan,” jelasnya.

Sementara itu, Ansori (34), salah satu napi mengaku berterima kasih kepada Lapas II B Kota Pasuruan yang telah menyadarkannya untuk kembali ke jalan yang benar.

“Senang sekali karena bisa ikut kegiatan pembinaan kerohanian sampai selesai. saya tak bisa mengaji sebelumnya, tapi sekarang saya sudah bisa bahkan menghafal beberapa surat pendek,” ungkapnya. (ron/yog)

Komentar Anda

Komentar

Redam Isu Penculikan, Polisi Turun ke Sekolah dan Jumpai Ibu – Ibu Pengantar Anak

Hakim Tolak Eksepsi Dimas Kanjeng